NGAWI, PERHUTANI (05/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi bersama Tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Mantingan dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) melaksanakan kegiatan ubinan komoditas jagung di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pandean,  Rabu (04/02).

Kegiatan ubinan dilaksanakan di sejumlah petak wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pandean, Tlogo, Alas Tuwo, Komplang, dan Kebonwaru yang berada di BKPH Pandean. Selain sebagai dasar penghitungan hasil panen, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sinergi antara Perhutani, tenaga penyuluh pertanian, dan mitra penggarap lahan hutan. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengukur produktivitas tanaman dan memetakan potensi pendapatan agroforestry Masa Tanam (MT) I Tahun 2026.

Kepala Sub Seksi Pengembangan Bisnis KPH Ngawi, Budi Utomo, menyatakan bahwa hasil ubinan ini menjadi dasar evaluasi teknis dan finansial bagi perusahaan. “Ubinan ini merupakan langkah strategis untuk memantau performa komoditas palawija di lapangan. Kami optimis, dengan pendampingan intensif dari Tim PPL dan dukungan jajaran BKPH Pandean, target pendapatan agro tahun ini akan terpenuhi secara maksimal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua LMDH Wonodadi Desa Pandean, Didik Cahyono, menegaskan kesiapan petani hutan dalam mendukung Program Kemitraan Perhutani. “Kami berkomitmen penuh untuk memenuhi target pendapatan yang telah disepakati. Kerjasama ini sangat bermanfaat bagi anggota LMDH dalam meningkatkan budidaya disiplin dan koordinasi hasil panen,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, jajaran BKPH Pandean bersama Ketua dan Pengurus Kelompok Kerja Penggarap (KKP) akan melakukan pengawasan distribusi hasil panen secara ketat guna menjaga stabilitas pendapatan. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi sektor agroforestry terhadap keberlanjutan fungsi hutan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar hutan di Kabupaten Ngawi. (Kom-PHT/Ngw/Put).

Editor:Lra
Copyright©2026