BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (05/02/2026)| Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat, terus berkomitmen memperkuat tata kelola hutan yang inklusif dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Kemitraan Kehutanan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Mukti, di Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap pada (05/02).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk menyamakan persepsi terkait regulasi terbaru serta pembagian peran dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur, KPH Banyumas Barat, Yohanes Eka Cahyadi, yang diwakili oleh Kepala Sub Seksi Kemitraan Kaswan. Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gandrungmangu, Hendri Susanto, beserta jajaran terkait dari Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) setempat.

Dari unsur masyarakat, Ketua LMDH Wana Mukti, Daryanto, hadir bersama jajaran pengurus serta tokoh masyarakat Desa Muktisari.

Dalam sambutan Administratur, KPH Banyumas Barat, yang dibacakan oleh Kepala Sub Seksi Kemitraan, Kaswan, disampaikan bahwa pola kemitraan antara Perhutani, dan LMDH, merupakan pilar utama dalam menjaga keberlanjutan fungsi hutan.

“Sesuai dengan arahan pimpinan, kemitraan ini bukan sekadar kerja sama di atas kertas, melainkan wujud nyata kolaborasi untuk melindungi hutan dari gangguan, sembari memastikan masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi yang legal dan terukur,” ujar Kaswan saat memaparkan materi sosialisasi.

Perhutani, juga menjelaskan pentingnya pemahaman regulasi terbaru mengenai Perhutanan Sosial, serta skema kerja sama pemanfaatan lahan di bawah tegakan. Hal ini bertujuan agar anggota LMDH Wana Mukti, memiliki kepastian hukum dalam mengelola komoditas yang dikembangkan di kawasan hutan tanpa merusak ekosistem utama.

Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gandrungmangu, Hendri Susanto, menambahkan bahwa komunikasi intensif antara petugas lapangan dan pengurus LMDH, sangat diperlukan. Menurutnya, potensi gangguan hutan seperti pencurian kayu maupun kebakaran hutan dapat diminimalkan apabila masyarakat memiliki rasa tanggung jawab melalui kemitraan tersebut.

Ketua LMDH Wana Mukti, Daryanto, menyambut positif kegiatan sosialisasi ini dan menyatakan kesiapan seluruh pengurus serta anggota LMDH, untuk mendukung program Perhutani.

“Kami berterima kasih atas bimbingan yang diberikan. Melalui sosialisasi ini, kami menjadi lebih paham mengenai hak dan kewajiban kami. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berjalan harmonis demi kemakmuran warga Desa Muktisari,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif antara pengurus LMDH, dan jajaran manajemen Perhutani. Melalui pertemuan ini, diharapkan tercipta sinergi yang semakin solid antara Perhutani, dan LMDH Wana Mukti, dalam mewujudkan “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera”. (Kom-PHT/Byb/Twn).

Editor: Tri

Copyright © 2026