BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (06/02/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur melepas tiga mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman yang telah menuntaskan program magang sejak awal Desember 2025 hingga hari ini, Jumat (06/02). Kegiatan berlangsung sederhana namun hangat, dihadiri pimpinan dan jajaran karyawan yang selama ini mendampingi proses belajar para mahasisw. Momen ini bukan sekadar penutup masa magang, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan, pengalaman, dan kontribusi yang telah mereka berikan.
Ketiga mahasiswa tersebut ditempatkan di bidang pekerjaan yang berbeda, namun memiliki semangat yang sama untuk belajar tentang dunia kerja. Selama menjalani magang, mereka dipercaya membantu sejumlah pekerjaan administratif hingga kegiatan lapangan. Mereka terlibat dalam pengelolaan data, penyusunan laporan, serta mendukung persiapan berbagai kegiatan kehutanan. Tidak jarang, mereka juga turut mengikuti peninjauan lokasi untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan hutan dilakukan secara berkelanjutan.
Administratur KPH Banyumas Timur, Mochamad Risqon, menyampaikan apresiasi atas kontribusi para mahasiswa selama menjalani program magang. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya bertujuan untuk belajar, tetapi juga berkolaborasi dengan ritme pekerjaan karyawan.
“Perhutani KPH Banyumas Timur mengucapkan terima kasih atas semangat dan kerja keras yang telah ditunjukkan. Walaupun dalam waktu terbatas, adik-adik mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja serta mendukung berbagai kegiatan. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga untuk melangkah ke jenjang profesional,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Perhutani selalu membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal dunia kehutanan secara lebih dekat. Program magang adalah sarana penting untuk menjembatani teori yang diperoleh di kampus dengan praktik nyata di lapangan.
Salah satu mahasiswa, Elsa Tri Saefika, mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh banyak pengalaman baru terutama di bidang Kemitraan Produktif. Ia belajar memahami proses kerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), pentingnya komunikasi, serta negosiasi di lapangan.
“Kami diajak turun langsung ke lokasi seperti Desa Kalisalak, Curug Gomblang, Curug Bayan, dan lokasi wisata Newa. Dari situ, saya merasa terkesan karena bisa menambah wawasan tentang pengelolaan hutan dan dampaknya bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Para peserta magang juga melaksanakan kunjungan ke Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Kaliwangi serta mengobservasi kawasan produksi kayu di Purwojati dan Jatilawang. Ia berharap Perhutani KPH Banyumas Timur dapat terus semangat mendampingi masyarakat sekitar hutan agar hutan tetap hijau dan lestari.
Yunita Wulandary dan Revicka Felisha Shevani turut menyampaikan kesan serupa terkait kegiatan lapangan yang melibatkan praktik secara langsung. Berdua mereka memperoleh pengalaman yang belum pernah dirasakan di bangku perkuliahan, merasa beruntung sebab diizinkan menyaksikan kondisi rill untuk kemudian nanti dituangkan di laporan.
Melalui program magang, Perhutani terus berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang tertarik pada bidang kehutanan dan lingkungan. Diharapkan, pengalaman yang diperoleh para mahasiswa dapat menjadi pijakan awal untuk berkontribusi lebih luas di masa depan.
Pelepasan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah baru. Ketiga mahasiswa tersebut meninggalkan Perhutani dengan membawa ilmu, kenangan, serta nilai-nilai profesionalisme—sementara Perhutani melepas mereka dengan harapan suatu hari nanti, semangat yang sama akan tumbuh kembali dalam peran yang lebih besar. (Kom-PHT/Byt/Mei)
Editor: Tri
Copyright © 2026