MANTINGAN, PERHUTANI (05/02/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, menerima kunjungan kerja Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dalam rangka mendukung Asta Cita Ketahanan Pangan, pada (05/02). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Perhutani, KPH Mantingan, dan disambut langsung oleh Administratur, KPH Mantingan, di ruang kerjanya.

Kunjungan kerja ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan peningkatan produksi swasembada gula, melalui penyediaan areal lahan dengan sinergi dan kerja sama antara Kementerian Kehutanan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Pemerintah Daerah, serta pihak terkait lainnya. Program tersebut juga mencakup dukungan pendanaan untuk revitalisasi pabrik gula eksisting, milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta dukungan investasi untuk pembangunan pabrik gula baru.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut tim dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan tim dari Dinas Pertanian, Kabupaten Rembang.

Administratur, KPH Mantingan, Rohasan, menyampaikan dukungan penuh terhadap program Direktorat Jenderal Perkebunan, terkait bantuan kepada masyarakat dalam kegiatan pengembangan kawasan tebu di lahan hutan yang dikelola Perhutani.

“Perhutani, sangat mendukung kegiatan ini. Perlu dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan agar program tersebut dapat berjalan dan tersalurkan dengan baik,” ujarnya.

Ia, menambahkan bahwa program yang baik perlu segera ditindaklanjuti agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Ia, berharap program tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan sekaligus meningkatkan produktivitas gula, di wilayah pangkuan KPH Mantingan.

Sementara itu, perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Niken Sukma Andarini, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi dengan Perhutani, dalam mewujudkan program pemerintah untuk pengembangan tebu tahun 2026.

“Tujuan kegiatan ini, adalah meningkatkan produksi dan produktivitas dengan sasaran kelembagaan pekebun penerima bantuan pemerintah,” jelasnya.

Ia, menambahkan bahwa pihaknya membuka kerja sama dengan lembaga pekebun yang memiliki izin di wilayah Perhutani, untuk turut serta menyukseskan program pengembangan kawasan tebu dalam rangka mendukung swasembada gula nasional.

“Kami bersama Dinas Pertanian, Kabupaten Rembang, dan Perhutani, akan melakukan sosialisasi dan verifikasi terhadap daftar pekebun dan lahan yang nantinya akan diusulkan menjadi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) ,untuk ditetapkan sebagai peserta program penerima bantuan,” ujarnya.

Ia, berharap program tersebut dapat berjalan dengan baik dan mendukung target Kementerian Pertanian dalam pengembangan kawasan tebu seluas 100.000 hektare, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Mnt/Joyo)

Editor: Tri

Copyright © 2026