PEKALONGAN, PERHUTANI (09/02/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur, melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Paninggaran, terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan para penyadap getah pinus di wilayah kerjanya. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan dialog bersama penyadap yang dilaksanakan di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Paninggaran, BKPH Paninggaran, pada Minggu, (08/02).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Administratur, KPH Pekalongan Timur, yang diwakili Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Paninggaran, Firmansyah, dengan berdialog langsung bersama salah satu penyadap, Wahiri, serta sejumlah penyadap lainnya. Dialog, berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna sebagai sarana menyerap aspirasi, masukan, serta berbagai permasalahan yang dihadapi penyadap di lapangan.

Dalam dialog tersebut dibahas sejumlah hal penting, antara lain kondisi pohon pinus yang disadap, teknik penyadapan sesuai standar, ketersediaan alat sadap, serta faktor keselamatan kerja. Selain itu, dibahas pula upaya menjaga keamanan hasil sadapan dan pentingnya peran penyadap dalam mendukung keberhasilan produksi getah pinus.

Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Paninggaran, Firmansyah, menyampaikan bahwa Perhutani, berkomitmen untuk selalu hadir mendampingi para penyadap sebagai mitra strategis perusahaan. Menurutnya, keberhasilan produksi getah pinus tidak terlepas dari peran aktif penyadap yang setiap hari bekerja langsung di lapangan.

“Perhutani, memandang penyadap sebagai mitra penting dalam pengelolaan hutan. Oleh karena itu, komunikasi dua arah harus terus dijaga agar setiap kendala yang muncul dapat segera ditangani bersama. Kami berharap para penyadap senantiasa menerapkan teknik sadap yang benar serta ikut menjaga kelestarian tegakan pinus,” ujar Firmansyah.

Ia, menambahkan bahwa dialog, semacam ini menjadi sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan serta menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam menjaga hutan negara. Dengan hutan yang lestari, keberlanjutan produksi getah pinus diharapkan tetap terjaga dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.

Sementara itu, penyadap getah pinus, Wahiri, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Perhutani.

Ia, mengungkapkan bahwa kehadiran petugas Perhutani, di lapangan memberikan motivasi tersendiri bagi para penyadap untuk bekerja lebih baik dan tertib.

“Kami merasa diperhatikan dan didampingi. Semoga ke depan Perhutani, terus memberikan arahan dan pembinaan sehingga kami dapat bekerja dengan lebih aman dan hasil sadapan semakin baik,” ungkap Wahiri.

Melalui kegiatan dialog ini, Perhutani, berharap terjalin hubungan kerja yang semakin harmonis dengan para penyadap. Sinergi yang kuat tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas getah pinus sekaligus mendukung terwujudnya pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Pkt/Ran)

Editor: Tri

Copyright © 2026