PURWODADI, PERHUTANI (08/02/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi, bersama Pemerintah Kabupaten Grobogan, TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), mahasiswa, serta jurnalis menggelar kegiatan penanaman pohon di wilayah Desa Cingkrong, pada Rabu, (04/02). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menekan risiko banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Dalam kegiatan penghijauan tersebut, ditanam sebanyak 1.200 bibit pohon, yang terdiri atas tanaman jati dan jenis Multi Purpose Tree Species (MPTS), berupa pohon buah-buahan.

Penanaman ini merupakan respons terhadap kondisi banjir yang terus berulang di Desa Cingkrong. Sepanjang tahun 2025, desa tersebut tercatat sebagai salah satu wilayah yang terdampak banjir paling parah di Kabupaten Grobogan.

Aksi penghijauan ini diinisiasi oleh Perhutani, bersama Aliansi Mahasiswa, dan Masyarakat Grobogan, serta terwujud melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai perguruan tinggi, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga komunitas masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo; Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Grobogan, Lusia Indah Artani; sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD); jajaran TNI-Polri; serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Grobogan.

Wakil Administratur, KPH Purwodadi, Henry Kristiawan, menyampaikan bahwa penanaman pohon merupakan langkah strategis untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus mengurangi risiko bencana alam seperti banjir.

“Perhutani, mendukung penuh kegiatan penghijauan ini sebagai bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman pohon bukan hanya untuk memperkuat kawasan hutan, tetapi juga sebagai upaya mitigasi banjir dan menjaga keseimbangan ekosistem,” ungkapnya.

Ia, menambahkan bahwa sinergi antara Perhutani, pemerintah, dan masyarakat, menjadi kunci utama dalam menjaga kawasan hutan agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi kehidupan.

Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, mengapresiasi aksi penanaman pohon tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Banjir yang terjadi di Desa Cingkrong, menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Penghijauan seperti ini harus menjadi gerakan bersama karena lingkungan yang terjaga akan memberikan dampak besar dalam mengurangi bencana,” ujarnya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Universitas Annur Purwodadi, Muhammad Hilal, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat yang terdampak banjir.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami ingin ikut berkontribusi dalam menjaga alam sekaligus membantu mengurangi risiko banjir yang sering terjadi di Desa Cingkrong,” ungkapnya.

Melalui penanaman 1.200 bibit pohon ini, Perhutani, berharap kawasan sekitar Desa Cingkrong, menjadi lebih hijau, daya resap air meningkat, serta potensi banjir dapat ditekan. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara pemerintah, Perhutani, aparat keamanan, mahasiswa, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. (Komp-PHT/Pwd/Aris).

Editor: Tri

Copyright © 2026