PEFI, PERHUTANI (10/02/2026) | Perhutani Forestry Institute (PeFI) menyelenggarakan kegiatan Pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Durian dan Rencana Kegiatan Tahun 2026 bersama Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) bertempat di Fakultas Kehutanan UGM, Selasa (10/02)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perhutani, Endung Trihartaka; Kepala Perhutani Forestry Institute, Moch Farid Januardi; Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Dr. Ir. Mohammad Naiem, M.Sc.; Dekan Fakultas Kehutanan UGM Prof. Dr. Ir. Sigit Sunarta; M.Si., Prof. Dr. Ir. Sapto Indrioko, M.Sc.; serta tim Fakultas Kehutanan UGM.

Paparan progres pengembangan konservasi eks situ pohon durian disampaikan oleh Administratur KPH Kedu Selatan, yang menggambarkan capaian kegiatan lapangan serta rencana pengembangan ke depan. Rencana tersebut mencakup perluasan area pelaksanaan konservasi eks situ durian, khususnya untuk pengembangan area uji keturunan. Seluruh kegiatan pengembangan konservasi eks situ ini dilaksanakan sesuai dengan konsep pengelolaan hutan berkelanjutan, tanpa mengganggu ekosistem hutan yang telah ada.

Dalam sambutannya, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perhutani Endung Trihartaka menekankan pentingnya memasukkan kerja sama pengembangan durian sebagai proyek strategis, sehingga dapat dimonitor secara berkala setiap bulan.

“Kolaborasi riset antara Perum Perhutani dan Fakultas Kehutanan UGM dalam pengembangan konservasi eks situ dinilai memiliki peran penting sebagai dasar pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan. Upaya ini khususnya mendukung pengembangan komoditas unggulan, seperti buah durian. Durian memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga berpotensi meningkatkan perekonomian daerah sekaligus memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat setempat,” tuturnya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM Prof. Dr. Ir. Mohammad Naiem, M.Sc., menyampaikan sejumlah arahan strategis, antara lain perlunya penetapan kebun konservasi sebagai unit manajemen khusus dengan tata kelola yang jelas, penerapan pengelolaan durian berbasis individu pohon (by tree) sesuai standar operasional prosedur, serta penguatan dasar kerja sama operasional melalui penyusunan perjanjian teknis antar pihak terkait.

“Pengembangan konservasi durian perlu didukung melalui eksplorasi plasma nutfah dari luar Jawa, guna memperkaya keragaman genetik sebagai dasar pemuliaan durian unggul nasional.” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Fakultas Kehutanan UGM dan Perum Perhutani dapat terus diperkuat dalam mendukung pengembangan konservasi, riset, dan pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat. (KOM-PHT/PeFI/Ma)

Editor : KYD
Copyright©2026