PEFI, PERHUTANI (10/02/2026) | Perhutani Forestry Institute (PeFI) memfasilitasi kegiatan field visit dalam rangka Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCAS) International Workshop bertajuk “Environmentally Adaptive Forestry Techniques for Southeast Asian Tree Species”. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama proyek Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS) antara Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan JIRCAS, Selasa (10/2).
Field visit dilaksanakan pada 9–10 Februari 2026 di wilayah KPH Ngawi, tepatnya pada plot penelitian milik Departemen Riset dan Inovasi PeFI. Kegiatan ini dihadiri Kepala Departemen Riset dan Inovasi PeFI Chorirotun Nur Ulifah, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan UGM Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM, serta tim JIRCAS dari berbagai negara.
Dalam kunjungan tersebut, peserta melakukan observasi langsung terhadap berbagai kegiatan penelitian dan pengelolaan tanaman jati. Materi yang ditinjau meliputi perhutanan klon jati hasil stek pucuk, perbandingan pertumbuhan jati klon unggul dengan benih Kebun Benih Klonal (KBK), tegakan sumber benih (Seed Production Area), hingga plot uji keturunan jati.
Kepala Departemen Riset dan Inovasi PeFI Chorirotun Nur Ulifah menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kontribusi riset kehutanan Perhutani dalam forum internasional. Ia menegaskan bahwa plot penelitian yang dikunjungi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam pengembangan material genetik unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya berbagi pengalaman penelitian dan praktik pengelolaan jati di lapangan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam penguatan ketahanan hutan tropis berbasis sumber daya genetik,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Ir. Widiyatno menekankan pentingnya sinergi antara institusi riset, perguruan tinggi, dan lembaga internasional dalam memperkuat ketahanan hutan tropis. Menurutnya, kerja sama dalam proyek SATREPS diharapkan menghasilkan inovasi berbasis riset yang aplikatif serta berdampak nyata bagi pengelolaan hutan berkelanjutan. (Kom-PHT/PeFI/Ma)
Editor : KDY
Copyright©2026