Langkah tersebut diambil menyusul tingginya intensitas hujan yang kerap disertai angin kencang di wilayah tersebut. Kondisi geografis kawasan yang rimbun menjadikan potensi pohon tumbang dan tanah longsor sebagai perhatian serius demi keselamatan wisatawan dan warga sekitar.
Administratur, KPH Gundih, melalui Kepala BKPH Jambon, Eko Arif Munanto, menegaskan bahwa pengecekan lapangan merupakan prosedur wajib di tengah kondisi cuaca ekstrem. Petugas melakukan pemetaan terhadap pohon-pohon besar yang dinilai rawan tumbang agar tidak menutup jalur akses utama.
“Kami meningkatkan kewaspadaan, terutama di area hutan yang bersinggungan dengan jalur wisata. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk meminimalkan risiko bencana,” ujarnya.
Sinergi di lapangan juga diperkuat kehadiran Bhabinkamtibmas, Bripka Taufiq Rochman, dan Bintara Pembina Desa (Babinsa), Sertu Ahmad Zainudin. Bripka Taufiq, mengimbau masyarakat agar tidak lengah saat hujan deras mengguyur serta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda alam yang berpotensi membahayakan.
“Jika melihat pohon yang sudah miring atau terdapat rekahan tanah yang berpotensi longsor, segera lapor kepada petugas terdekat agar dapat segera ditangani,” tegasnya.
Sementara itu, Sertu Ahmad Zainudin, memastikan personel TNI, siap siaga mendukung pengamanan wilayah.
Ia, menekankan bahwa peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam deteksi dini potensi bencana.
Melalui kolaborasi lintas instansi ini, Perhutani, KPH Gundih, berharap kawasan wisata Sendang Coyo, tetap aman dikunjungi meskipun cuaca tidak menentu. Sinergi antara Perhutani, TNI, dan Polri, menjadi fondasi penting dalam menjaga kondusivitas kawasan hutan di Kecamatan Pulokulon. (Kom-PHT/Gdh/Dwi)