KENDAL, PERHUTANI (12/02/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal melaksanakan pembinaan karyawan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkepribadian luhur serta sebagai upaya preemtif dan preventif dalam menjaga kelancaran tugas di lapangan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Kantor Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Subah, Kamis (12/02).

Pembinaan dilakukan oleh Asisten Perhutani (Asper) dan dihadiri Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) serta segenap mandor di lingkup BKPH Subah. Materi pembinaan difokuskan pada penguatan disiplin, integritas, dan profesionalisme kerja guna mendukung pencapaian target perusahaan sekaligus menjaga kelestarian hutan.

Administratur KPH Kendal, Muhadi, secara terpisah menyampaikan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian dari transformasi budaya kerja yang lebih harmonis, khususnya dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar hutan dan para mitra. Ia menekankan pentingnya jiwa korsa dan sinergi untuk membangun tim kerja yang solid dalam menjaga keamanan hutan serta meningkatkan pendapatan perusahaan melalui inovasi.

Ia mengimbau seluruh jajaran untuk membangun tim yang solid dan menjalin komunikasi intensif guna menyampaikan informasi perkembangan di lapangan. Selain itu, ia mendorong munculnya ide, gagasan, kreativitas, dan inovasi agar perusahaan tetap eksis dan berkembang. Ia juga mengingatkan agar media sosial dan media lainnya digunakan secara bijaksana, arif, dan penuh tanggung jawab untuk meminimalkan pemberitaan negatif serta menyebarluaskan hal-hal positif yang dilakukan karyawan Perhutani di setiap level.

Kepala BKPH Subah, Budi Karyanto, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan tersebut rutin dilaksanakan secara periodik di tingkat BKPH. Ia menjelaskan bahwa penguatan disiplin dan etika kerja menjadi perhatian utama, termasuk kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) serta integritas tanpa kompromi dalam menjalankan tugas.

Ia menambahkan bahwa pertemuan rutin dan evaluasi tatap muka penting dilakukan untuk meninjau capaian target rehabilitasi lahan serta upaya pencegahan pembalakan liar. Menurutnya, menjaga hutan yang bersifat terbuka tanpa pagar memerlukan kebersamaan, sinergi, dan saling mengingatkan. Dengan kekompakan, setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan baik.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Sejahtera BKPH Subah, Sutrisno, menyampaikan harapannya agar pembinaan karyawan Perhutani terus dilakukan secara berkelanjutan. Ia berharap sinergi antara Perhutani dan LMDH semakin kuat dalam menjaga keamanan hutan, mendukung rehabilitasi lahan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan melalui kerja sama yang harmonis dan produktif (Kom-PHT/Kdl/Tmy).

Editor: Tri
Copyright © 2026