BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (12/02/2026)| Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat, melaksanakan pendampingan intensif bagi mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Semarang, Kampus Purwokerto. Kegiatan ini difokuskan pada praktik lapangan mengenai sistem sanitasi dan pengelolaan limbah di area industri Gondorukem milik Perhutani.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Administratur KPH Banyumas Barat yang diwakili oleh Kepala Seksi Perencanaan Sumber Daya Hutan (PSDH), Taufik Nur Hidayat. Turut mendampingi Kepala Pabrik Gondorukem dan Terpentin, Sutrimo, serta Kepala Subseksi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), Adi Kusbiyanto. Dari pihak akademisi, hadir dua mahasiswi Jurusan Kesehatan Lingkungan, yakni Diah Kusumaningrum dan Fajar Irawati, yang melakukan observasi mendalam terkait mekanisme pengolahan limbah.

Dalam sambutannya, Kepala Seksi PSDH, Taufik Nur Hidayat, menjelaskan bahwa Perhutani senantiasa membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menyelaraskan teori di bangku kuliah dengan praktik di lapangan. Menurutnya, pemahaman mengenai sanitasi industri sangat krusial agar operasional pabrik tidak memberikan dampak negatif terhadap ekosistem sekitar.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa Poltekkes, Kemenkes Semarang, Kampus Purwokerto. Pendampingan ini merupakan komitmen Perhutani, dalam menjalankan prinsip Good Corporate Governance, terutama pada aspek pengelolaan lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa industri perkayuan kami telah memenuhi standar prosedur operasional (SOP), dalam menangani limbah, baik limbah cair maupun padat,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, Kepala Subseksi K3L, Adi Kusbiyanto, memberikan paparan teknis mengenai alur pembuangan limbah dan sistem sanitasi yang diterapkan di pabrik. Mahasiswa diajak meninjau langsung fasilitas instalasi pengolahan limbah untuk memastikan bahwa sisa produksi telah melalui proses filtrasi dan netralisasi sebelum dilepas ke lingkungan atau dikelola lebih lanjut.

“Aspek K3L, bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan budaya kerja. Kami memastikan setiap mahasiswa, memahami bagaimana risiko lingkungan diidentifikasi dan dimitigasi sejak dini,” tambahnya saat mendampingi peninjauan lapangan.

Sementara itu, Diah Kusumaningrum, menyampaikan terima kasih atas kesempatan dan keterbukaan informasi yang diberikan oleh Perhutani, KPH Banyumas Barat.

Ia, menilai, pengalaman melihat langsung pengelolaan limbah di perusahaan milik negara memberikan perspektif baru yang tidak diperoleh secara detail di dalam kelas.

“Praktik ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memahami tantangan nyata di lapangan. Kami melihat bagaimana Perhutani, mengintegrasikan aspek sanitasi ke dalam proses produksi secara sistematis. Informasi dari Bapak Taufik dan Bapak Adi sangat memperkaya data penelitian dan laporan praktik kami,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Perhutani, KPH Banyumas Barat, berharap dapat mempererat kerja sama dengan institusi pendidikan di wilayah Banyumas, sekaligus mendukung terciptanya calon tenaga kesehatan lingkungan yang kompeten dan memahami karakteristik industri kehutanan. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan evaluasi teknis atas temuan lapangan yang diperoleh mahasiswa selama observasi. (Kom-PHT/Byb/Twn).

Editor: Tri

Copyright © 2026