DETIK.COM (25/02/2026) | Di sela-sela rimbunnya lereng gunung Arjuno dan Welirang, ada sebuah air terjun yang kerap menjadi tujuan pelipur lara para pencari udara pegunungan dan penikmat alam, Air Terjun Putuk Truno.
Menjatuhkan aliran deras dari ketinggian sekitar 45 meter, Air Terjun Putuk Truno menawarkan panorama vertikal yang dramatis, kolam alami yang jernih, dan sensasi sejuk yang langsung menyapu lelah perjalanan.
Sejak beberapa tahun terakhir, Air Terjun Putuk Truno makin dikenal bukan hanya oleh wisatawan lokal, tetapi juga komunitas pencinta alam dan pelancong dari kota besar.
Dilansir Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, lokasinya yang berada di kawasan wisata Tretes, Kecamatan Prigen, membuat akses menuju lokasi relatif mudah dicapai dari pusat-pusat kota di Jawa Timur.
Meski setelah sampai titik parkir pengunjung masih harus menempuh jalur trekking ringan menyusuri jejak hutan. Untuk panorama terbaik, pengunjung biasanya memilih datang pada pagi hari saat kabut pegunungan belum sepenuhnya menguap.
Daya Tarik Alami
Kesan pertama di Air Terjun Putuk Truno adalah tegaknya tebing yang memisahkan aliran air menjadi tirai-tirai putih, kontras dengan hijau pekat dinding-dinding bebatuan dan pepohonan di sekitarnya.
Tinggi air terjun yang diperkirakan mencapai 45 meter membuat debet airnya cukup deras pada musim hujan, sehingga suara gemuruh air menjadi latar yang menyatu dengan nyanyian burung dan desir angin pegunungan.
Kondisi situs yang relatif terjaga menunjukkan adanya perhatian pengelolaan dari pihak terkait, termasuk Perhutani yang memasukkan Air Terjun Putuk Truno dalam unit wisata alamnya.
Dilansir dari situs resmi perhutani, Air Terjun Putuk Truno terkenal karena mitos yang dipercaya secara turun-temurun. Mitos ini menyatakan bahwa setiap pasangan yang berkunjung dan mandi di air terjun akan memiliki cinta yang abadi. Kepercayaan inilah yang menjadi asal-usul nama Putuk Truno.
Akses dan Fasilitas
Air Terjun Putuk Truno terletak di Jalan Putuk Truno, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Dari pusat Prigen atau Tretes, perjalanan darat biasanya memerlukan waktu sekitar 1 hingga 2 jam, tergantung titik awal dan kondisi lalu lintas.
Setelah mencapai area parkir, pengunjung akan melanjutkan perjalanan singkat melewati jalur setapak, sebagian berbatu dan licin saat hujan, sehingga sepatu trekking atau sandal gunung yang kuat sangat disarankan.
Jam operasional dan informasi layanan pengunjung dapat berubah-ubah, dilansir dari akun Instagram resmi @putuktruno_official, menyebutkan bahwa Putuk Truno buka setiap hari dengan jam buka mulai pukul 7 pagi hingga pukul 5 sore hari.
Pengunjung dianjurkan memeriksa akun resmi atau kanal media sosial Putuk Truno untuk pembaruan jam operasional, aturan kunjungan, dan pengumuman terkait cuaca. Selain itu, jangan kaget bila area ini ramai pada akhir pekan karena minat lokal terhadap destinasi air terjun di Pasuruan meningkat pesat.
Aktivitas dan Pengalaman Pengunjung
Di Putuk Truno, kegiatan favorit pengunjung meliputi trekking ringan, berfoto di beberapa titik bertangga alami, hingga mandi di kolam dangkal di bawah jatuhan air (untuk yang berani dan saat kondisi aman).
Karena karakter debit air yang berubah-ubah sesuai musim, pengunjung harus selalu memperhatikan tanda peringatan dan arahan petugas. Banyak pengunjung juga memanfaatkan waktu di lokasi untuk piknik ringan sambil menikmati udara pegunungan yang segar.
Tips Sebelum Berkunjung
Berencana berkunjung ke suatu tempat? Sebelum berangkat, ada baiknya menyiapkan sejumlah hal penting agar perjalanan berjalan nyaman, aman, dan sesuai harapan. Berikut sejumlah tips berkunjung ke Air Terjun Putuk Truno.
Air Terjun Putuk Truno bukan sekadar destinasi untuk berswafoto, ia adalah fragmen alam yang memanggil siapapun untuk sejenak berhenti, mendengarkan gemuruh air, dan meresapi kesejukan pegunungan Jawa Timur.
Dengan pengelolaan yang terus membaik dan kesadaran wisatawan yang meningkat, air terjun ini memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi ikon ekowisata di Pasuruan tanpa mengorbankan nilai-nilai kelestarian yang melingkupinya.
Sumber : detik.com