BANYUMAS BARAT PERHUTANI (11-02-2026) | Perhutani, melalui Divisi Regional Jawa Tengah, menyelenggarakan kegiatan Audit Kepatuhan dan Evaluasi Perjanjian, yang bertempat di Amanda Hill Hotel, Bandungan. Kegiatan ini, merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta memastikan seluruh perjanjian kerja sama berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, Asep Dedi Mulyadi. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya audit kepatuhan sebagai instrumen pengendalian internal yang efektif untuk meminimalkan risiko hukum, administrasi, maupun finansial.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh jajaran semakin memahami prinsip-prinsip audit kepatuhan dan mampu melakukan evaluasi perjanjian secara komprehensif dan profesional,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri dan didampingi oleh Sekretaris Divisi Regional, Agus Supriyanto, Kepala Departemen Sumber Daya Manusia dan Umum, Dian Tri Atmoko, serta Kepala Departemen Produksi, Didiet WH. Hadir pula para pejabat struktural, antara lain Kepala Seksi Utama Legal, Kepala Seksi Utama Wisata, Kepala Seksi Utama Pengembangan Bisnis, Kepala Seksi Utama Komersial dan Pemasaran, Kepala Seksi Utama Sarana dan Prasarana, serta Kepala Seksi Utama Keamanan dan Tenurial.
Pelatihan ini, dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam terkait mekanisme audit kepatuhan, mulai dari identifikasi dokumen, proses telaah perjanjian kerja sama, hingga teknik mitigasi risiko atas potensi ketidaksesuaian. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai aspek hukum, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), serta standar operasional prosedur (SOP), yang harus dipenuhi dalam setiap perikatan kerja sama.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen menekankan bahwa evaluasi perjanjian bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh kerja sama mendukung pencapaian target perusahaan dan tetap selaras dengan regulasi yang berlaku. Dengan evaluasi yang sistematis, potensi permasalahan di kemudian hari dapat diantisipasi sejak dini.
Melalui kegiatan ini, Perhutani, berharap tercipta keseragaman pemahaman di seluruh lini sekaligus meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarbidang dalam mendukung tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Ke depan, Divisi Regional Jawa Tengah, berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program penguatan kapasitas serupa guna mendukung transformasi perusahaan yang adaptif dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Byb/Twn).
Editor: Tri
Copyright © 2026