KEDU UTARA, PERHUTANI (13/02/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, mendampingi mahasiswa magang dari Universitas Gadjah Mada, dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), bidang agroforestri dan pengelolaan hutan. Kegiatan pendampingan dilaksanakan di Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Argo Sejahtera, Desa Kemuning, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Kamis, (12/02).

Program magang ini, bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam praktik pengelolaan hutan berbasis kemitraan, khususnya melalui skema agroforestri yang melibatkan masyarakat desa hutan. Para mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek teknis budidaya tanaman kehutanan, tetapi juga memahami pola kemitraan antara Perhutani dan LMDH.

Administratur, Perhutani KPH Kedu Utara, melalui Kepala BKPH Candiroto, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa Perhutani, mendukung penuh kegiatan magang mahasiswa sebagai bagian dari penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan hutan di lapangan.

“Perhutani, menyambut baik kehadiran mahasiswa UGM, dalam program MBKM ini. Melalui kegiatan magang, mahasiswa dapat memahami secara langsung praktik agroforestri dan tata kelola hutan bersama masyarakat. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam pengembangan kehutanan berkelanjutan di masa depan,” ujar Joko Supriyanto.

Ia, menambahkan bahwa Perhutani, membuka ruang pembelajaran seluas-luasnya bagi mahasiswa dengan tetap mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku di kawasan hutan. Pendampingan dilakukan oleh petugas lapangan agar proses pembelajaran berjalan efektif dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Ketua LMDH Argo Sejahtera, Kusniyanto, turut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan di wilayahnya. Menurutnya, kolaborasi ini memberikan semangat baru bagi anggota LMDH dalam mengelola lahan agroforestri.

“Kami merasa bangga dapat menjadi tempat belajar bagi adik-adik mahasiswa. Kehadiran mereka memberi tambahan wawasan sekaligus motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan pola agroforestri yang produktif dan tetap menjaga kelestarian hutan,” ungkap Kusniyanto.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa magang, Naili Afika, menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Perhutani dan LMDH Argo Sejahtera.

“Melalui program MBKM ini, kami memperoleh pengalaman dalam memahami praktik pengelolaan hutan dan agroforestri secara langsung. Kami belajar bagaimana sinergi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan berjalan di lapangan,” tutur Naili.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Perhutani, berharap mahasiswa mampu mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan. Sinergi antara Perhutani, LMDH, dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan peduli terhadap pengelolaan hutan secara lestari dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026