BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (19/02/2026) | Sebagai upaya meningkatkan produktivitas hasil hutan bukan kayu (HHBK) sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat mitra, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat menggelar kegiatan pembinaan dan edukasi bagi para penyadap getah pinus. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan ini dilaksanakan di Basecamp Citepus, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Citepus, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bokol pada Rabu (19/02).

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Perhutani dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam tanpa mengesampingkan kesejahteraan para pekerja di lapangan. Kehadiran jajaran manajemen di tengah para penyadap diharapkan mampu memotivasi serta menyelaraskan visi dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mencapai target produksi yang telah ditetapkan.

Administratur/KKPH Banyumas Barat melalui Kepala BKPH Bokol, Sugeng Suyatno, menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses penyadapan. Turut hadir mendampingi, Kepala RPH Citepus, Aminoto, beserta jajaran personel lapangan lainnya.

Kepala BKPH Bokol, Sugeng Suyatno, menyampaikan apresiasi kepada para penyadap yang selama ini menjadi garda terdepan dalam proses produksi getah pinus. Ia menegaskan bahwa kualitas getah yang dihasilkan sangat bergantung pada teknik penyadapan yang benar dan ramah terhadap pohon.

“Kami hadir untuk memastikan para penyadap tetap semangat dan memahami bahwa setiap tetes getah memiliki nilai ekonomi bagi keluarga dan negara. Namun, keselamatan kerja dan kesehatan pohon tetap menjadi prioritas utama. Kami berharap sinergi ini terus berjalan harmonis,” ujar Sugeng di hadapan peserta.

Selain memberikan pengarahan teknis mengenai penggunaan alat sadap yang efisien dan teknik pelukaan pohon yang tepat agar produksi tetap stabil, Perhutani juga membuka ruang dialog guna menyerap aspirasi serta kendala yang dihadapi para penyadap di lapangan, seperti faktor cuaca maupun ketersediaan sarana dan prasarana.

Salah satu perwakilan penyadap, Sudir, menyambut baik kegiatan pembinaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa perhatian langsung dari manajemen KPH Banyumas Barat memberikan rasa aman dan semangat baru bagi para pekerja.

“Kami berterima kasih atas bimbingan yang diberikan oleh Kepala BKPH dan Kepala RPH. Dengan adanya pembinaan ini, kami semakin memahami cara menyadap yang baik agar pohon tidak rusak dan hasilnya maksimal. Harapan kami, kerja sama ini terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat desa,” ungkapnya.

Kepala RPH Citepus, Aminoto, menambahkan bahwa kegiatan serupa akan dilaksanakan secara berkala. Menurutnya, Basecamp Citepus merupakan salah satu titik penting dalam peta produksi getah pinus di wilayahnya sehingga komunikasi yang baik dengan para penyadap menjadi kunci keberhasilan pengelolaan hutan.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerahan simbolis alat pendukung kerja. Melalui pembinaan ini, Perum Perhutani KPH Banyumas Barat berharap target produksi getah pinus tahun ini dapat tercapai dengan kualitas prima, sekaligus tetap menjaga kelestarian ekosistem hutan di wilayah Kabupaten Cilacap dan sekitarnya. (Kom-PHT/Byb/Twn)

Editor: Tri
Copyright © 2026