Pembinaan difokuskan pada evaluasi pelaksanaan pekerjaan sadapan di lapangan, termasuk pembaruan quare, penempatan talang sadap sesuai standar, serta pengelolaan sampah di petak sadapan agar lingkungan kerja tetap bersih dan terjaga. Selain itu, aspek keamanan dan keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama guna meminimalkan risiko kecelakaan selama kegiatan penyadapan berlangsung.
Administratur, KPH Kedu Utara, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Candiroto, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa pembinaan ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam meningkatkan profesionalisme mitra sadap serta menjaga kelestarian sumber daya hutan.
“Pembinaan ini dilakukan untuk mengevaluasi pekerjaan sadapan agar sesuai dengan ketentuan teknis, sekaligus memberikan pemahaman terkait pentingnya keselamatan kerja. Dengan teknik sadap yang benar, produktivitas getah pinus dapat meningkat dan target produksi dapat tercapai,” ujarnya.
Ia, menambahkan, pencapaian target produksi getah pinus akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan mitra kerja sehingga kesejahteraan penyadap juga ikut meningkat. Oleh karena itu, sinergi antara Perhutani, dan mitra kerja, perlu terus diperkuat melalui pembinaan berkelanjutan.
Ketua LMDH Wana Lestari, Miswani, mengapresiasi kegiatan pembinaan yang dinilai memberikan manfaat bagi anggota kelompok.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena menambah wawasan dan keterampilan anggota dalam melaksanakan sadapan secara benar dan aman. Dengan adanya pendampingan dari Perhutani, kami semakin termotivasi untuk bekerja lebih baik dan menjaga kelestarian hutan,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan mitra sadap, Budiono, menyampaikan bahwa arahan teknis yang diberikan sangat membantu dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Kami mendapatkan banyak masukan, mulai dari cara pembaruan quare, pemasangan talang yang tepat, hingga pentingnya menjaga kebersihan lokasi sadapan. Hal ini sangat mendukung kelancaran pekerjaan dan hasil sadapan,” katanya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Perhutani berharap kualitas pengelolaan sadapan semakin meningkat, target produksi getah pinus dapat terpenuhi, serta hubungan kemitraan dengan LMDH dan masyarakat sekitar hutan semakin solid dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)