PIKIRAN-RAKYAT.COM (06/02/2026) | Administratur KPH Semarang mendampingi kunjungan Direktur Keuangan Perhutani dalam meninjau tanaman Gamal di wilayah RPH Mliwang.
Kunjungan kerja strategis tersebut dilaksanakan guna memastikan kesiapan komoditas Gamal memasuki masa tebang segera. Kamis, 5 Februari 2026.
Direktur Keuangan Perhutani, Sandy Mukhlisin, hadir langsung melihat potensi besar Gamal sebagai sumber energi terbarukan masa depan di Semarang.
Turut hadir mendampingi yakni Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, A. Fadjar Agung Susetyo, beserta jajaran pejabat fungsional KPH Semarang.
Rombongan manajemen senior tersebut disambut hangat oleh Administratur KKPH Semarang, Misa Ekaristi, bersama tim lapangan di lokasi BKPH Tanggung.
Agenda utama kunjungan ini difokuskan pada pemantauan fisik tanaman Gamal yang diproyeksikan menjadi bahan baku utama pembuatan produk wood pellet.
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi bisnis Perhutani dalam mengoptimalkan aset hutan untuk mendukung agenda transisi energi nasional.
Misa Ekaristi menjelaskan bahwa wilayah kerjanya memiliki luas lahan tanaman Gamal yang sangat potensial, terutama di kawasan hutan BKPH Tanggung.
Meskipun potensi luas, saat ini tanaman Gamal di lokasi tersebut memang belum memasuki masa panen raya atau tahap pengolahan industri lanjutan.
Pihak manajemen KPH Semarang terus melakukan pengawalan intensif agar pertumbuhan tanaman tetap optimal hingga jadwal penebangan yang ditentukan.
“Tanaman Gamal di wilayah KPH Semarang memiliki potensi besar, kami terus melakukan pemeliharaan agar siap saat masa tebang,” ungkap Misa tegas.
Menanggapi hal itu, Sandy Mukhlisin memberikan apresiasi atas kinerja jajaran lapangan yang berhasil menjaga kualitas tanaman Gamal sebagai komoditas unggulan baru.
Perhutani kini sangat serius dalam mengembangkan Gamal karena nilai strategisnya sebagai bahan bakar hijau yang mampu mengganti peran batu bara.
Pengembangan biomassa ini diharapkan menjadi pilar baru bagi pendapatan perusahaan di tengah pergeseran pasar energi dunia menuju energi bersih.
Dalam arahannya, Sandy menekankan pentingnya sinergi antara aspek teknis kehutanan dan prospek bisnis hilirisasi wood pellet bagi pasar domestik.
Sektor energi baru terbarukan menjadi fokus utama Perhutani guna menjamin keberlanjutan bisnis sekaligus menjaga kelestarian ekosistem lingkungan.
Direktur Keuangan juga meminta agar setiap jajaran memastikan proses transisi dari masa tanam ke masa tebang berjalan sesuai standar operasional.
“Perhutani melihat Gamal sebagai peluang pendapatan masa depan yang sejalan dengan pengembangan energi baru terbarukan,” tutur Sandy Mukhlisin.
Beliau juga mengimbau kepada seluruh petugas di lapangan untuk terus mengawal ketat kesehatan tanaman agar produktivitas saat panen sangat maksimal.
Gamal dinilai memiliki karakteristik yang sangat baik untuk dijadikan energi biomassa karena memiliki nilai kalor tinggi dan emisi yang rendah.
Melalui skema pengelolaan hutan berkelanjutan, KPH Semarang optimis dapat menyuplai kebutuhan bahan baku wood pellet secara stabil dan kontinu.
Kunjungan kerja ini berakhir dengan peninjauan titik batas lahan yang siap dikelola lebih lanjut menjadi kawasan industri pengolahan kayu mikro.
Seluruh elemen manajemen sepakat bahwa keberhasilan proyek Gamal ini akan menjadi percontohan bagi satuan kerja lainnya di wilayah Jawa Tengah.
Sinergi antara kantor pusat dan unit wilayah menjadi kunci utama dalam mempercepat realisasi pendapatan dari sektor non-kayu konvensional ini.
Harapannya, kontribusi dari tanaman Gamal dapat memperkuat posisi finansial Perhutani sekaligus mendukung target emisi nol bersih secara nasional.
Proses pengolahan kayu Gamal menjadi wood pellet diprediksi akan menyerap banyak tenaga kerja lokal di sekitar wilayah hutan KPH Semarang nanti.
Perhutani berkomitmen menjaga tata kelola hutan secara optimal agar memberikan manfaat bagi kinerja perusahaan dan kesejahteraan masyarakat luas.***
Sumber : pikiran-rakyat.com