PEMALANG, PERHUTANI (26/02/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang, melaksanakan pembinaan karyawan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkepribadian luhur serta sebagai upaya preemtif dan preventif dalam menjaga kelancaran tugas di lapangan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung Tumpangsari Kantor KPH Pemalang, pada Rabu, (25/02).
Pembinaan dilakukan oleh Administratur, KPH Pemalang, Uum Maksum, bersama segenap manajemen dan dihadiri Kepala Subseksi (KSS), perwakilan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH), serta seluruh karyawan dan karyawati Kantor KPH Pemalang. Materi pembinaan difokuskan pada penguatan disiplin, integritas, dan profesionalisme kerja guna mendukung pencapaian target perusahaan sekaligus menjaga kelestarian hutan.
Administratur, KPH Pemalang, Uum Maksum, menyampaikan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian dari transformasi budaya kerja yang lebih harmonis, khususnya dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar hutan dan para mitra.
Ia, menekankan pentingnya jiwa korsa dan sinergi untuk membangun tim kerja yang solid dalam menjaga keamanan hutan serta meningkatkan pendapatan perusahaan melalui inovasi.
“Kami mengimbau seluruh jajaran untuk membangun tim yang solid dan menjalin komunikasi intensif guna menyampaikan informasi perkembangan di lapangan. Selain itu, diperlukan ide, gagasan, kreativitas, dan inovasi agar perusahaan tetap eksis dan berkembang. Gunakan media sosial dan media lainnya secara bijaksana, arif, dan penuh tanggung jawab untuk meminimalkan pemberitaan negatif serta menyebarluaskan hal-hal positif yang dilakukan karyawan Perhutani di setiap level,” ujarnya.
Wakil Administratur, KPH Pemalang, Agustinus Rido Haryato, menambahkan bahwa kegiatan pembinaan tersebut rutin dilaksanakan secara periodik hingga tingkat Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH).
Ia, menjelaskan bahwa penguatan disiplin dan etika kerja menjadi perhatian utama, termasuk kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta integritas tanpa kompromi dalam menjalankan tugas.
“Pertemuan rutin dan evaluasi tatap muka penting dilakukan untuk meninjau capaian target rehabilitasi lahan serta upaya pencegahan pembalakan liar. Menjaga hutan yang bersifat terbuka tanpa pagar memerlukan kebersamaan, sinergi, dan saling mengingatkan. Dengan kekompakan, setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bina Rimba, BKPH Bantarsari, Budiono, menyampaikan harapannya agar pembinaan karyawan Perhutani, terus dilakukan secara berkelanjutan.
Ia, berharap sinergi antara Perhutani, dan LMDH, semakin kuat dalam menjaga keamanan hutan, mendukung rehabilitasi lahan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan melalui kerja sama yang harmonis dan produktif. (Kom-PHT/Pml/Sks).
Editor: Tri
Copyright © 2026