PIKIRAN-RAKYAT.COM (26/02/2026) | Dalam rangka memperkuat koordinasi lintas sektor di bidang kehutanan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya telah bersilaturahmi dan audiensi dengan Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, Sabtu kemarin (21/02). Silaturahmi itu digelar di Pendopo Lama Kabupaten Tasikmalaya, Jalan RAA Wiratanuningrat, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Kegiatan itu dihadiri oleh Administratur/KKPH Tasikmalaya, Danu Prasetyo yang didampingi Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya, Rodiana Rahman serta Kepala Sub Seksi Hukum, Agraria, Kepatuhan dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP) Salim. Silaturahmi itu menegaskan bahwa komitmen Perhutani dalam membangun komunikasi strategis dan terstruktur dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin langsung menerima dan menyambut baik langkah proaktif Perhutani dalam memperkuat sinergi pengelolaan kawasan hutan negara di wilayah Kab Tasikmalaya. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab, hangat, dialogis dan konstruktif.

Administratur Tasikmalaya Danu Prasetyo menyebutkan bahwa pengelolaan hutan saat ini memerlukan pendekatan integratif berbasis tata kelola yang adaptif.

“Kami memandang kolaborasi dengan Pemkab Tasikmalaya sebagai enabler strategis dalam menjaga stabilitas kawasan, memperkuat kepastian hukum, serta meningkatkan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis hutan bagi masyarakat,” papar Danu.

Dalam kesempatan itu, Danu juga memaparkan perkembangan program perlindungan hutan, penguatan patroli keamanan kawasan, serta strategi pengembangan kemitraan kehutanan produktif. Berbagai tantangan aktual, kata Danu, seperti dinamika sosial, tekanan pemanfaatan lahan, hingga harmonisasi kebijakan tata ruang turut menjadi pembahasan dalam diskusi.

Bupati Cecep, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Perhutani dalam menjaga fungsi ekologis hutan sebagai penyangga sistem lingkungan daerah. Kata Bupati Cecep bahwa hutan memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan tata air, mencegah banjir dan longsor, serta mendukung ketahanan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya alam.

“Ke depan, kami akan mengajak Perhutani, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Cabang Dinas Kehutanan (CDK), serta para pemangku kepentingan lainnya untuk melaksanakan penanaman pohon di lahan-lahan kritis sebagai bagian dari upaya bersama mencegah bencana sekaligus mendukung program Tasik Hejo,” tegas Bupati Cecep.

Menurut Bupati Cecep, program Tasik Hejo bukan sekadar gerakan seremonial penghijauan, melainkan gerakan kolektif berbasis data kerentanan wilayah yang dilaksanakan secara terukur, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat agar berdampak nyata dalam jangka panjang.

Dengan  koordinasi seperti ini, Perum Perhutani KPH Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola kehutanan yang profesional, transparan, dan kolaboratif sebagai langkah konkret menuju pengelolaan hutan yang adaptif terhadap risiko bencana serta selaras dengan visi pembangunan Kab Tasikmalaya yang hijau dan berkelanjutan.***

Sumber : pikiran-rakyat.com