Audiensi tersebut bertujuan melakukan evaluasi terhadap implementasi kerja sama yang telah berjalan sekaligus membahas pengembangan sistem digital dalam pengelolaan kegiatan pendakian gunung di kawasan hutan Perhutani. Dalam pertemuan tersebut, pihak PT MTN, memaparkan perkembangan sistem aplikasi pemesanan tiket secara online yang dirancang untuk mempermudah proses reservasi pendakian serta membantu pengelola dalam memantau aktivitas pengunjung.
Melalui sistem booking online, para calon pendaki dapat melakukan pendaftaran secara daring sebelum melakukan aktivitas pendakian. Sistem ini juga memungkinkan pengelola untuk mengatur kuota pendaki, memantau data pengunjung secara lebih terstruktur, serta meningkatkan aspek keselamatan dan ketertiban dalam kegiatan pendakian di kawasan hutan.
Administratur, KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi kerja sama berjalan sesuai dengan tujuan yang telah disepakati dalam MoU.
Menurutnya, digitalisasi dalam pengelolaan wisata alam, khususnya pendakian gunung, merupakan langkah yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pengelolaan kawasan hutan yang semakin dinamis.
“Pertemuan ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap MoU, yang telah disepakati sebelumnya terkait digitalisasi sistem pemesanan tiket pendakian secara online. Perhutani, berharap sistem ini dapat mendukung pengelolaan kegiatan pendakian yang lebih tertib, transparan, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujar Andrie.
Ia, menambahkan bahwa melalui sistem digital tersebut diharapkan pengaturan jumlah pendaki dapat dilakukan secara lebih terkontrol sehingga dapat menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus meningkatkan keselamatan para pendaki.
Sementara itu, Direktur PT Manggala Teknologi Nusantara, Haryo, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan sistem aplikasi booking online, agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan wisata alam di kawasan hutan.
“Kami berupaya menghadirkan platform digital yang dapat membantu pengelola dalam mengatur reservasi pendakian secara lebih efektif. Dengan sistem ini, data pendaki dapat tercatat secara digital sehingga memudahkan pengelolaan kuota, monitoring pengunjung, serta meningkatkan ketertiban dalam kegiatan pendakian,” jelas Haryo.
Ia, juga menambahkan bahwa digitalisasi sistem pemesanan tiket menjadi salah satu solusi dalam mendukung tata kelola wisata alam yang lebih modern dan efisien.
Melalui audiensi tersebut diharapkan evaluasi kerja sama antara Perhutani, dan PT MTN, dapat menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas sistem digital yang diterapkan sehingga pengelolaan kegiatan pendakian di kawasan hutan dapat berjalan lebih tertib, aman, dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)