PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (06/03/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan produktivitas hasil hutan bukan kayu, khususnya produksi getah pinus. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu menyalurkan sarana dan prasarana (sarpra), penyadapan kepada jajaran di lapangan guna mendukung kelancaran kegiatan produksi.
Pada Rabu, (05/03/2026), Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandar, menerima sarana prasarana sadapan yang disalurkan oleh KPH Pekalongan Timur. Penyerahan sarana prasarana tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala BKPH Bawang, Kuwat Siswanto, yang mewakili Administratur, KPH Pekalongan Timur, kepada jajaran petugas di wilayah BKPH Bandar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Perhutani, dalam memberikan dukungan fasilitas kerja yang memadai bagi para petugas lapangan maupun penyadap yang terlibat dalam kegiatan produksi getah pinus. Dengan adanya sarana prasarana sadapan yang memadai, diharapkan kegiatan penyadapan dapat berjalan lebih efektif dan efisien serta mampu meningkatkan produktivitas hasil sadapan.
Dalam proses penyaluran sarana prasarana tersebut, kegiatan pengiriman dikoordinasikan oleh Ibnu Sutoro, selaku koordinator pengiriman sarana prasarana, dari KPH Pekalongan Timur.
Ia, bersama tim memastikan proses distribusi berjalan lancar dan sarana prasarana dapat sampai ke tujuan dengan tepat waktu.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKPH Bawang, Kuwat Siswanto, menyampaikan bahwa pemenuhan sarana prasarana sadapan merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung kelancaran kegiatan penyadapan di lapangan. Menurutnya, ketersediaan peralatan yang memadai akan sangat membantu para penyadap dalam menjalankan pekerjaannya secara lebih optimal.
“Perhutani terus berupaya memberikan dukungan kepada para petugas lapangan dan penyadap melalui penyediaan sarana prasarana yang memadai. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan kegiatan penyadapan getah pinus dapat berjalan lebih baik serta mampu meningkatkan produktivitas hasil sadapan,” ujarnya.
Ia, menambahkan bahwa produksi getah pinus merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu yang memiliki peran penting dalam mendukung kinerja perusahaan. Oleh karena itu, Perhutani, terus melakukan berbagai langkah strategis, termasuk pemenuhan sarana kerja yang memadai bagi para penyadap.
Sementara itu, koordinator pengiriman sarana prasarana, Ibnu Sutoro, menjelaskan bahwa proses distribusi sarana sadapan dilakukan secara terencana dan bertahap ke berbagai wilayah kerja BKPH, di lingkungan KPH Pekalongan Timur. Hal ini bertujuan agar seluruh wilayah kerja yang memiliki potensi produksi getah pinus dapat memperoleh dukungan sarana prasarana yang dibutuhkan.
“Kami memastikan bahwa sarana prasarana yang didistribusikan dapat sampai ke wilayah kerja dengan baik sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh petugas lapangan maupun penyadap dalam kegiatan produksi getah pinus,” jelasnya.
Melalui penyaluran sarana prasarana sadapan ini, Perhutani, KPH Pekalongan Timur, berharap dapat semakin meningkatkan kinerja produksi getah pinus di wilayah kerjanya. Selain itu, ketersediaan sarana kerja yang memadai juga diharapkan dapat memberikan kemudahan serta meningkatkan semangat kerja para penyadap dalam menjalankan aktivitasnya di kawasan hutan.
Ke depan, Perhutani, KPH Pekalongan Timur, akan terus melakukan pembinaan serta memberikan dukungan kepada para penyadap dan petugas lapangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan yang terlibat dalam kegiatan penyadapan getah pinus. (Kom-PHT/Pkt/Ran)
Editor: Tri
Copyright © 2026