KEDU UTARA, PERHUTANI (09/03/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, mendampingi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum Perhutani, bersama Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, dalam kunjungan kerja meninjau kegiatan tebangan di petak 19a1, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Srandil, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa, pada Jumat, (06/03).
Kunjungan kerja ini dilakukan untuk memantau langsung kegiatan produksi kayu di lapangan sekaligus memastikan percepatan produksi dapat berjalan optimal dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja bagi mitra kerja tebangan.
Rombongan didampingi Administratur, KPH Kedu Utara, beserta jajaran manajemen KPH Kedu Utara, dan petugas lapangan BKPH Ambarawa. Peninjauan difokuskan pada proses penebangan dan penataan kayu hasil tebangan agar sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan Perum Perhutani.
Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, Asep Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa peninjauan lapangan ini merupakan upaya memastikan proses produksi berjalan efektif dan efisien, sekaligus tetap memperhatikan keselamatan kerja seluruh tenaga yang terlibat.
“Perhutani, ingin memastikan bahwa percepatan produksi kayu dapat berjalan dengan baik, namun tetap mengedepankan standar keselamatan kerja. Mitra kerja tebangan adalah bagian penting dalam proses produksi, sehingga keselamatan dan kenyamanan mereka saat bekerja harus menjadi perhatian bersama,” ujar Asep Dedi Mulyadi.
Ia, menambahkan bahwa pengawasan langsung di lapangan penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan sesuai prosedur dan menjaga kualitas hasil produksi kayu Perhutani.
Administratur, KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengupayakan optimalisasi kegiatan produksi kayu di wilayah kerjanya dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, keselamatan kerja, serta kelestarian hutan.
“KPH Kedu Utara, berkomitmen mendukung percepatan produksi kayu sesuai target perusahaan. Namun demikian, aspek keselamatan kerja bagi mitra kerja tebangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional di lapangan,” ungkap Andrie Syailendra.
Ia, menambahkan bahwa sinergi antara manajemen Perhutani, petugas lapangan, dan mitra kerja sangat penting untuk mendukung kelancaran produksi kayu sekaligus menjaga kelestarian hutan.
Salah satu mitra kerja tebangan yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas perhatian manajemen Perhutani terhadap keselamatan kerja di lapangan.
“Kami merasa senang dan termotivasi dengan adanya kunjungan dari pimpinan. Selain melihat langsung pekerjaan kami, mereka juga memberikan arahan agar kami selalu mengutamakan keselamatan saat bekerja,” ujar mitra kerja tebangan.
Melalui peninjauan ini, diharapkan proses produksi kayu di wilayah KPH Kedu Utara, dapat berjalan semakin optimal, tetap memperhatikan standar keselamatan kerja, serta mendukung keberlanjutan pengelolaan hutan secara profesional dan bertanggung jawab. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026