KEDU UTARA, PERHUTANI (09/03/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melaksanakan kegiatan koordinasi dan komunikasi sosial (komsos), bersama mitra kerja sadapan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jumo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Candiroto, yang masuk wilayah Desa Kertosari, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, pada Jumat, (06/03).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Perhutani BKPH Candiroto, bersama para mitra kerja sadapan yang selama ini terlibat dalam kegiatan penyadapan getah pinus di kawasan hutan RPH Jumo. Pertemuan ini menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi sekaligus mengevaluasi capaian produksi getah pinus yang telah berjalan.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran Perhutani, bersama mitra kerja, membahas berbagai hal terkait capaian produksi getah pinus, termasuk strategi untuk meningkatkan produktivitas sadapan agar target produksi dapat tercapai secara optimal. Selain itu, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai arahan teknis kepada para mitra sadapan terkait tata cara penyadapan yang baik dan benar.
Administratur, KPH Kedu Utara, melalui Kepala BKPH Candiroto, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi dan komunikasi sosial seperti ini penting dilakukan secara rutin guna menjaga sinergi antara Perhutani dengan mitra kerja di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan produksi getah pinus tidak terlepas dari peran aktif para mitra kerja sadapan yang setiap hari melakukan aktivitas penyadapan di kawasan hutan. Oleh karena itu, komunikasi yang baik serta koordinasi yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mendukung pencapaian target produksi.
“Melalui kegiatan ini Perhutani, ingin memastikan bahwa capaian produksi getah pinus dapat terus meningkat dengan tetap memperhatikan teknik penyadapan yang benar serta menjaga kelestarian tegakan. Selain itu, Perhutani, juga mengingatkan kepada seluruh mitra kerja untuk selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan dalam bekerja, terutama saat kondisi cuaca sedang tidak menentu seperti sekarang yang sering terjadi hujan dan angin kencang,” ujar Joko Supriyanto.
Ia, menambahkan bahwa faktor keselamatan kerja menjadi perhatian utama, mengingat aktivitas penyadapan dilakukan di kawasan hutan yang memiliki berbagai potensi risiko, terlebih pada musim penghujan.
Sementara itu, perwakilan mitra kerja sadapan, Wibisono, menyampaikan apresiasi kepada Perhutani, yang terus memberikan pendampingan dan arahan kepada para mitra sadapan di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani, yang selalu memberikan bimbingan dan arahan kepada kami sebagai mitra kerja sadapan. Dengan adanya koordinasi seperti ini kami menjadi lebih memahami strategi untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus diingatkan untuk tetap berhati-hati saat bekerja di hutan, apalagi saat cuaca hujan dan angin,” ungkap Wibisono.
Melalui kegiatan koordinasi dan komunikasi sosial ini diharapkan hubungan kerja sama antara Perhutani dan mitra kerja sadapan dapat terus terjaga dengan baik, sehingga target produksi getah pinus dapat tercapai secara optimal dengan tetap mengedepankan keselamatan kerja serta kelestarian kawasan hutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)
Editor: Tri
Copyright © 2026