PERHUTANI, JATIROGO (13-03-2026)| — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo terus memperkuat sinergitas dengan para pemangku kepentingan di wilayah desa hutan. Hal tersebut diwujudkan melalui koordinasi bersama Pemerintah Desa Wonocolo dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Makmur terkait optimalisasi pendapatan agroforestry tahun 2026 serta peningkatan kegiatan pengamanan hutan (Gukamhut) menjelang Hari Raya Idulfitri, pertemuan berlangsung di Balai Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (13/03)
Kegiatan koordinasi tersebut dilaksanakan dalam suasana dialog dan kebersamaan guna menyamakan persepsi terkait pengelolaan kawasan hutan yang produktif sekaligus menjaga kelestarian hutan. Selain membahas potensi peningkatan pendapatan dari sektor agroforestry, pertemuan juga menyoroti pentingnya pengawasan dan pengamanan kawasan hutan menjelang momen libur panjang Idulfitri yang berpotensi meningkatkan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Administratur Perhutani KPH Jatirogo melalui Asisten Perhutani (Asper) Bate, Didi Triarsa menyampaikan bahwa sinergi antara Perhutani, pemerintah desa, dan LMDH merupakan kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa hutan.
“Melalui koordinasi ini kami berharap seluruh pihak dapat memperkuat komitmen bersama dalam mengoptimalkan potensi agroforestry pada tahun 2026. Selain itu, menjelang Hari Raya Idulfitri kami juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kerja sama dalam kegiatan pengamanan hutan agar kondisi kawasan tetap aman dan kondusif,” ujar Didi.
Sementara itu, Kepala Desa Wonocolo, Sarimanto menyambut baik langkah Perhutani dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa dan LMDH. Menurutnya, pengelolaan agroforestry yang baik dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat desa sekitar hutan.
“Kami sangat mendukung upaya Perhutani dalam meningkatkan sinergitas dengan desa dan LMDH. Program agroforestry selama ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat, sehingga koordinasi seperti ini penting untuk memastikan pengelolaannya semakin baik dan pendapatan masyarakat dapat meningkat,” ungkap Kepala Desa Wonocolo.
Ketua LMDH Wono Makmur, Sardi juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bekerja sama dengan Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mengembangkan usaha agroforestry yang dikelola oleh masyarakat.
“Kami siap mendukung program Perhutani, baik dalam pengelolaan agroforestry maupun dalam kegiatan pengamanan hutan. Menjelang Hari Raya Idulfitri, kami juga akan mengajak anggota LMDH untuk turut aktif membantu menjaga kawasan hutan agar tetap aman,” jelas Ketua LMDH Wono Makmur.
Dengan adanya koordinasi tersebut, diharapkan sinergitas antara Perhutani, pemerintah desa, dan LMDH dapat semakin kuat dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari, aman, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa hutan. (Kom/PHT/Jtr-Eva).