PASURUAN – PERHUTANI | (12/03/2026) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan menerima kunjungan kerja dari Kementerian Kehutanan, Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) kinerja Bidang Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) untuk wilayah Provinsi Jawa Timur. Pertemuan yang berlangsung di Kantor KPH Pasuruan ini bertujuan untuk memastikan seluruh instrumen pengelolaan hutan berjalan sesuai dengan standar keberlanjutan yang ditetapkan pemerintah.(11/03)
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Administratur KPH Pasuruan, Ivan Cahyo Susanto. Dalam penyampaiannya, Ivan memaparkan capaian kinerja serta berbagai inovasi yang telah dilakukan KPH Pasuruan dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang ada. Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat demi terwujudnya tata kelola kehutanan yang baik.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim monitoring dari Kementerian Kehutanan. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kami di KPH Pasuruan untuk mendapatkan arahan serta evaluasi objektif, sehingga program Pengelolaan Hutan Lestari yang kami jalankan dapat terus ditingkatkan kualitasnya demi manfaat ekologi dan ekonomi masyarakat,” ujar Ivan Cahyo Susanto dalam sambutannya.
Ketua Tim Monev Kementerian Kehutanan, Dr. Mamat Rahmat, S.Hut., M.Si., kemudian melanjutkan agenda dengan memberikan pengarahan teknis. Beliau menjelaskan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari upaya penguatan fungsi pengawasan terhadap unit-unit pengelola hutan di daerah. Fokus utama evaluasi kali ini meliputi aspek kelestarian hasil, aspek sosial, serta kepatuhan terhadap regulasi kehutanan yang berlaku di wilayah Jawa Timur.
Dalam arahannya, Dr. Mamat Rahmat, S.Hut., M.Si. menekankan pentingnya integrasi data dan realita di lapangan. “Monitoring ini bukan sekadar pemeriksaan administratif, melainkan upaya bersama untuk memastikan bahwa setiap jengkal hutan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Pasuruan, dikelola dengan prinsip kelestarian yang terukur. Kami ingin memastikan fungsi hutan tetap terjaga sebagai penyangga kehidupan,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif dan peninjauan dokumen pendukung terkait kinerja pengelolaan hutan. Hasil dari monitoring ini nantinya akan menjadi bahan rekomendasi bagi kebijakan pengelolaan hutan di tingkat nasional. Melalui koordinasi yang erat antara KPH Pasuruan dan Kementerian Kehutanan, diharapkan target capaian Pengelolaan Hutan Lestari di Jawa Timur dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.(Kom-PHT/Psu/Fas)