Kegiatan ini, dilaksanakan sebagai langkah antisipatif mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat di jalan raya menjelang Lebaran. Selain itu, Perhutani, juga berupaya mencegah terjadinya penumpukan getah di TPG, yang berpotensi menimbulkan berbagai risiko, seperti getah menjadi kotor, tercampur benda lain, hingga kemungkinan kehilangan.
Administratur, KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menjelaskan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari upaya menjaga tata kelola hasil hutan agar tetap optimal hingga sampai pada tahap pengolahan.
Menurutnya, getah pinus merupakan salah satu komoditas unggulan Perhutani, yang memiliki nilai ekonomi penting sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara cermat dan berkesinambungan.
“Menjelang Lebaran aktivitas masyarakat meningkat, termasuk di jalur transportasi. Oleh karena itu, Perhutani, melakukan monitoring langsung terhadap kegiatan angkutan getah agar proses pengangkutan berjalan tertib, aman, serta tidak terjadi penumpukan getah di TPG, yang dapat memengaruhi kualitas maupun keamanan hasil hutan tersebut,” ujar Andrie.
Ia, menambahkan bahwa kelancaran angkutan getah menjadi faktor penting dalam menjaga mutu produksi. Apabila getah terlalu lama tertimbun di TPG, maka berpotensi terkena kotoran, air hujan, atau faktor lain yang dapat menurunkan kualitasnya.
Selain melakukan pengawasan terhadap proses angkutan, petugas Perhutani, juga memberikan arahan kepada para sopir angkutan getah agar tetap berhati-hati selama perjalanan, mengingat kondisi lalu lintas yang cenderung lebih padat menjelang Hari Raya.
Salah satu sopir angkutan getah, Bagus, mengaku senang dengan adanya perhatian dan monitoring dari pihak Perhutani.
“Kami sebagai sopir, tentu merasa diperhatikan dengan adanya monitoring dari Perhutani. Kami juga diingatkan untuk lebih berhati-hati di jalan karena menjelang Lebaran lalu lintas biasanya ramai. Selain itu, kami juga berusaha agar getah bisa segera sampai tujuan sehingga tidak menumpuk terlalu lama di TPG,” ungkapnya.
Melalui kegiatan monitoring ini, Perhutani, berharap seluruh proses pengelolaan hasil hutan, khususnya getah pinus, dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar hutan yang turut terlibat dalam kegiatan penyadapan.
Dengan pengawasan yang intensif, Perhutani, optimistis kegiatan produksi dan distribusi getah tetap berjalan lancar meskipun aktivitas masyarakat meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)