PURWODADI, PERHUTANI (17/03/2026) | Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Perhutani KPH Purwodadi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan hutan dengan memperkuat penjagaan di sejumlah titik rawan. Salah satunya melalui kegiatan penjagaan dan pemantauan kawasan hutan di Pos Induk 8 BKPH Sambirejo yang mengawasi wilayah petak 25, 26, dan 27 RPH Godan BKPH Sambirejo pada Minggu (15/03).

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran petugas BKPH Sambirejo, anggota Polisi Kehutanan Mobil (Polhutmob) KPH Purwodadi serta masyarakat sekitar hutan yang turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Penjagaan dilakukan secara terpadu dengan sistem pemantauan wilayah untuk memastikan kondisi hutan tetap aman menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat pada masa libur Lebaran.

Selain berjaga di pos induk, petugas juga melakukan pemantauan rutin terhadap kawasan hutan di sekitar petak yang dinilai memiliki potensi kerawanan gangguan keamanan hutan (Gukamhut). Upaya ini merupakan bagian dari langkah preventif Perhutani guna meminimalisir potensi pencurian kayu, perambahan, maupun aktivitas ilegal lainnya di kawasan hutan negara.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, menyampaikan bahwa peningkatan pengamanan hutan menjelang hari besar keagamaan merupakan langkah antisipatif untuk memastikan kondisi hutan tetap aman dan kondusif.

“Menjelang Lebaran biasanya aktivitas masyarakat meningkat, sehingga kami memperkuat pengamanan di titik-titik strategis. Sinergi antara petugas Perhutani, Polhutmob dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga kawasan hutan agar tetap aman dan lestari,” jelas Susilo.

Sementara itu, Komandan Regu Polhutmob KPH Purwodadi menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh kegiatan pengamanan hutan melalui patroli serta penjagaan bersama di wilayah rawan gangguan keamanan hutan.

“Kami bersama petugas BKPH dan masyarakat terus melakukan pemantauan serta kesiapsiagaan di lapangan. Kehadiran Polhutmob diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan terhadap segala bentuk pelanggaran di kawasan hutan,” ujarnya.

Partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan hutan. Salah seorang warga Godan, Supardi, mengungkapkan bahwa masyarakat setempat mendukung kegiatan pengamanan hutan karena keberadaan hutan juga memberikan manfaat bagi kehidupan mereka.

“Kami sebagai masyarakat sekitar hutan siap membantu menjaga keamanan hutan bersama petugas Perhutani. Hutan ini sumber kehidupan bagi kami, jadi sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaganya,” kata Supardi.

Dengan adanya sinergi antara Perhutani, aparat keamanan hutan dan masyarakat, diharapkan kondisi kawasan hutan di wilayah BKPH Sambirejo tetap aman, terjaga kelestariannya, serta mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. (Komp-PHT/Pwd/Aris).