PURWODADI, PERHUTANI (15/03/2026) | Perum Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Pojok melaksanakan kegiatan sosialisasi agroforestry jagung masa tanam kedua kepada masyarakat pesanggem di petak 44A, 2B dan 33A-1 RPH Karanggetas BKPH Pojok pada Minggu (15/03). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan secara produktif sekaligus tetap menjaga kelestarian hutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BKPH Pojok, Kepala RPH Karanggetas beserta jajaran mandor, serta sejumlah pesanggem yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Godan Wana Lestari. Sosialisasi dilakukan secara langsung di lokasi hutan dengan memberikan pemahaman kepada para pesanggem terkait sistem agroforestry, teknik penanaman jagung yang baik, serta pentingnya menjaga tanaman pokok kehutanan.
Dalam kegiatan tersebut, para petugas Perhutani juga memberikan arahan mengenai pola tanam yang tepat, pemanfaatan ruang tumbuh tanaman, serta kewajiban pesanggem dalam menjaga keamanan hutan dari gangguan seperti kebakaran hutan maupun pencurian kayu. Melalui sistem agroforestry, masyarakat dapat memanfaatkan ruang di antara tanaman kehutanan untuk budidaya tanaman pertanian seperti jagung, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak fungsi hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Pojok, Bambang Riyantono, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar kegiatan penggarapan lahan hutan dapat berjalan sesuai ketentuan serta tetap menjaga kelestarian hutan.
“Perhutani terus mendorong pola agroforestry sebagai bentuk sinergi antara pengelolaan hutan dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Dengan sistem ini, masyarakat dapat memanfaatkan lahan secara produktif melalui tanaman jagung, namun tetap wajib menjaga tanaman pokok kehutanan agar dapat tumbuh dengan baik,” jelas Bambang.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak terlepas dari peran serta masyarakat desa hutan. Oleh karena itu, Perhutani terus memperkuat komunikasi dan pembinaan kepada para pesanggem melalui kegiatan sosialisasi maupun pendampingan lapangan.
Sementara itu, Ketua LMDH Godan Wana Lestari, Sutadi, mengapresiasi langkah Perhutani yang secara aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat pesanggem. Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini sangat membantu masyarakat dalam memahami tata cara pengelolaan lahan hutan secara benar.
“Kami sangat berterima kasih kepada Perhutani yang terus memberikan arahan dan pembinaan kepada para pesanggem. Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat semakin paham bagaimana menanam jagung dengan baik tanpa mengganggu tanaman kehutanan, sehingga hasilnya bisa maksimal dan hutan tetap terjaga,” ujar Sutadi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pesanggem dapat menerapkan sistem agroforestry secara optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan, menjaga kelestarian hutan, serta memperkuat kemitraan antara Perhutani dan masyarakat desa hutan. (Komp-PHT/Pwd/Aris).