TASIKMALAYA, PERHUTANI (25/03/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya melaksanakan kegiatan monitoring dan pengamanan (PAM) wisata secara intensif di sejumlah destinasi unggulan dalam rangka libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga.

Kegiatan ini difokuskan pada lokasi-lokasi wisata alam yang berada di kawasan hutan Perhutani dan diprediksi mengalami lonjakan kunjungan selama libur Lebaran, seperti Curug Ciparay, Pasir Datar, Curug Hanoman, Curug Batu Blek, serta Bukit Panyangraian.

Administratur/KKPH Tasikmalaya, Danu Prasetyo, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pengamanan terpadu untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat di kawasan wisata hutan. “Momentum Idul Fitri menjadi peak season kunjungan wisata. Oleh karena itu, kami hadir melalui kegiatan monitoring dan pengamanan untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan aman, tertib, dan tetap menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.

Curug Ciparay yang berada di Kecamatan Cigalontang menjadi salah satu titik fokus monitoring, mengingat daya tariknya sebagai air terjun kembar dengan panorama alam yang masih asri dan menjadi favorit wisatawan.

Selain itu, Curug Batu Blek di wilayah Cisayong juga menjadi destinasi yang diamankan, dengan karakteristik alam yang alami serta akses yang cukup mudah sehingga ramai dikunjungi masyarakat.

Sementara itu, Pasir Datar, Curug Hanoman, dan Bukit Panyangraian turut menjadi bagian dari jalur monitoring petugas, mengingat kawasan tersebut menawarkan potensi wisata berbasis alam dengan panorama perbukitan, trekking, serta rekreasi keluarga.

Di lapangan, petugas melaksanakan pengaturan arus pengunjung, pengawasan aktivitas wisata, serta pengamanan fasilitas umum dan titik rawan guna meminimalisir potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan.

Pengelola wisata Curug Ciparay, Dede, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan monitoring dan pengamanan yang dilakukan oleh Perhutani. Menurutnya, kehadiran petugas memberikan rasa aman baik bagi pengelola maupun pengunjung. “Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan monitoring dan pengamanan dari Perhutani. Kehadiran petugas di lapangan membuat pengunjung merasa lebih aman dan tertib, sehingga aktivitas wisata bisa berjalan lancar,” ungkapnya.

Selain pendekatan pengamanan, Perhutani juga mengedepankan edukasi kepada pengunjung melalui imbauan menjaga kebersihan, keselamatan, serta larangan melakukan aktivitas yang berpotensi merusak kawasan hutan.

Kegiatan monitoring dan PAM wisata ini dilaksanakan selama masa libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 H, terhitung mulai tanggal 18 Maret 2026 sampai dengan 24 Maret 2026, dengan sistem siaga penuh, sehingga setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat dan tepat oleh petugas di lapangan.

Seluruh kegiatan juga didokumentasikan dan dilaporkan secara berjenjang sebagai bagian dari sistem kontrol dan evaluasi manajemen guna meningkatkan kualitas pengelolaan wisata ke depan.

Melalui langkah ini, Perhutani KPH Tasikmalaya menegaskan komitmennya dalam menghadirkan wisata hutan yang aman, tertib, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat menikmati momen Idul Fitri dengan nyaman di tengah keindahan alam yang tetap lestari.(Kom-PHT/Tsm/Irbas)

Editor: MS

Copyright © 2026