KEDU UTARA, PERHUTANI (25/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melakukan pemantauan intensif di jalur pendakian Gunung Bismo via Basecamp Sikunang yang berada dalam kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dieng Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, dalam rangka mengantisipasi meningkatnya aktivitas pendakian selama libur Lebaran. Langkah ini ditempuh guna memastikan keamanan dan keselamatan para pendaki yang memadati jalur pendakian di momen libur lebaran. Minggu (22/03)
Gunung Bismo jalur Sikunang merupakan salah satu destinasi favorit di kawasan Dieng yang banyak diminati pendaki karena panorama alamnya yang eksotis dan jalur yang menantang namun relatif aman. Pada periode libur Lebaran, jumlah pendaki mengalami peningkatan signifikan, sehingga diperlukan pengawasan lebih ketat untuk meminimalisir potensi risiko di lapangan.
Petugas lapangan bersama pengelola Basecamp Sikunang melaksanakan pemantauan pada jalur pendakian, termasuk pengecekan kondisi jalur serta pos-pos pendakian yang menjadi titik penting bagi pendaki. Jalur dipastikan dalam kondisi aman dan layak dilalui, sementara pos pendakian dipantau agar dapat berfungsi optimal sebagai tempat istirahat maupun titik kontrol.
Pengawasan juga dilakukan pada fasilitas basecamp, terutama dalam sistem registrasi dan kesiapan sarana pendukung. Hal ini penting untuk memastikan data pendaki tercatat dengan baik serta memudahkan pengendalian aktivitas keluar masuk pendaki di kawasan hutan.
Selain aspek keselamatan, Petugas lapangan turut menaruh perhatian serius terhadap pengelolaan sampah pendakian. Tidak hanya memberikan imbauan, petugas juga melakukan pengecekan terhadap sampah yang dibawa turun oleh pendaki, khususnya sampah bungkus makanan yang sebelumnya dibawa saat naik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara barang bawaan saat naik dan sampah yang dibawa turun, sebagai bentuk pengawasan terhadap kepatuhan pendaki dalam menjaga kebersihan kawasan.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari upaya preventif yang dilakukan Perhutani.
“Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari jalur pendakian, pos-pos pendakian, fasilitas basecamp, hingga pengelolaan sampah. Perhutani tidak hanya mengimbau, tetapi juga melakukan pengecekan langsung terhadap sampah yang dibawa turun oleh pendaki untuk memastikan kawasan tetap bersih,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesadaran pendaki menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan dan kelestarian hutan.
Sementara itu, perwakilan pengelola Basecamp Sikunang, Adi, menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan Perhutani sangat membantu dalam menciptakan pendakian yang tertib dan bertanggung jawab.
“Dengan adanya pengecekan dan pengawasan dari Perhutani, pendaki menjadi lebih disiplin, baik dalam hal keselamatan maupun dalam pengelolaan sampah. Ini sangat penting untuk menjaga kelestarian Gunung Bismo,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Kedu Utara berharap aktivitas pendakian di Gunung Bismo dapat berlangsung dengan aman, tertib, serta tetap menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan hutan sebagai destinasi wisata alam yang berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)