KEDU UTARA, PERHUTANI (30/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, menerima kunjungan kerja Kepala Seksi Utama Komunikasi Perusahaan Divisi Regional Jawa Tengah ke lokasi wisata pendakian Gunung Sumbing via Garung, yang berada di Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, masuk kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pengelolaan wisata berbasis hutan dengan tetap mengedepankan aspek kelestarian dan keselamatan. Sabtu (28/03)
Kunjungan tersebut dipusatkan di basecamp pendakian Garung dan diisi dengan diskusi bersama para pemangku kepentingan, antara lain pengelola basecamp, perwakilan Basarnas, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mugi Lestari. Suasana diskusi berlangsung hangat dan konstruktif, dengan berbagai masukan terkait peningkatan kualitas layanan wisata pendakian.
Dalam kesempatan tersebut, Perhutani menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan wisata pendakian. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, namun juga harus memperhatikan standar operasional prosedur (SOP), aspek keselamatan pendaki, serta kelestarian lingkungan hutan sebagai prioritas utama.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa pengelolaan wisata pendakian Gunung Sumbing via Garung merupakan salah satu potensi unggulan yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Perhutani terus mendorong pengelolaan wisata yang profesional dengan melibatkan masyarakat sekitar melalui LMDH. Harapannya, kegiatan wisata ini dapat memberikan dampak ekonomi yang positif tanpa mengabaikan kelestarian hutan,” ungkap Yossy.
Sementara itu, Kepala Seksi Utama Komunikasi Perusahaan Divre Jawa Tengah, Tri Utdiono, memberikan motivasi kepada para pengelola agar terus meningkatkan kualitas layanan wisata. Ia menegaskan bahwa sektor wisata memiliki peluang besar dalam mendukung pendapatan perusahaan melalui skema kemitraan.
“Perhutani mendorong peningkatan kontribusi pendapatan melalui sektor SPM Wisata, khususnya dengan memperbaiki pelayanan akses jalur pendakian, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyediakan fasilitas pendukung keselamatan pendaki yang memadai. Ini menjadi kunci agar wisata pendakian semakin diminati dan berdaya saing,” jelas Tri.
Perwakilan pengelola basecamp Garung, Andi Irawan, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Perhutani terhadap pengelolaan wisata pendakian. Ia berharap sinergi yang terjalin dapat terus ditingkatkan, terutama dalam hal pembinaan dan pengembangan fasilitas.
“Kami siap mengikuti arahan Perhutani dalam pengelolaan wisata yang sesuai SOP. Dukungan dari semua pihak sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan bagi para pendaki,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LMDH Mugi Lestari, Sumardi, yang menegaskan komitmen masyarakat desa hutan dalam menjaga kelestarian kawasan sekaligus mendukung pengembangan wisata.
“Kami bersama masyarakat akan terus menjaga hutan agar tetap lestari, sekaligus berperan aktif dalam mendukung pengelolaan wisata pendakian yang aman dan nyaman,” kata Sumardi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Perhutani, pengelola wisata, masyarakat, dan instansi terkait semakin kuat dalam mengembangkan wisata pendakian Gunung Sumbing via Garung sebagai destinasi unggulan yang berkelanjutan, aman, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)