PURWODADI, PERHUTANI (02/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi bersama Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan menggelar kegiatan Ngopi Tani Volume 92 dengan tema “Pengembangan Agroforestri Tanaman Buah untuk Ketahanan Pangan” pada Rabu (01/04). Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube sehingga dapat diikuti oleh petani, penyuluh, serta masyarakat luas.
Kegiatan Ngopi Tani merupakan forum diskusi dan berbagi pengetahuan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta praktik petani terkait pengembangan sektor pertanian, khususnya penerapan agroforestri tanaman buah yang dinilai mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor yang berkompeten di bidangnya, di antaranya Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan KPH Purwodadi, Ketua Kelompok Tani Barokah Alam Desa Tegalsumur sekaligus PPS Desa Tegalsumur Kecamatan Brati, serta Promotion Officer PT Dharma Guna Wibawa Kabupaten Grobogan. Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Kukuh Prasetyo Rusady hadir sebagai pembicara utama.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan KPH Purwodadi Triana Wahyu W dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pengembangan agroforestri menjadi salah satu pendekatan strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus menjaga fungsi ekologis hutan.
“Perhutani terus mendorong pemanfaatan kawasan hutan melalui pola agroforestri yang produktif dan berkelanjutan. Pengembangan tanaman buah dalam sistem agroforestri tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi bagi petani dan masyarakat sekitar hutan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan serta menjaga keseimbangan ekosistem,” jelasnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Kukuh Prasetyo Rusady menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan pertanian di Kabupaten Grobogan.
“Kegiatan Ngopi Tani ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antara pemerintah, praktisi, serta petani. Kami berharap melalui forum ini, inovasi dan praktik baik dalam pengembangan agroforestri tanaman buah dapat diterapkan secara luas sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ungkapnya.
Ketua Kelompok Tani Barokah Alam Desa Tegalsumur Didik Maret Setyo Agung menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena memberikan banyak wawasan bagi para petani.
“Kami sebagai petani sangat terbantu dengan adanya forum seperti ini. Banyak ilmu dan pengalaman yang bisa kami pelajari, khususnya terkait pengembangan tanaman buah dalam sistem agroforestri yang dapat meningkatkan hasil usaha tani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan Ngopi Tani Volume 92 ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Perhutani, pemerintah daerah, sektor swasta, serta kelompok tani dalam mendorong inovasi dan pengembangan agroforestri tanaman buah guna mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Kom-PHT/Pwd/Aris)
Editor: Tri
Copyright © 2026