PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (07/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur, dalam rangka memastikan kelancaran produksi serta menjamin terpenuhinya hak para penyadap melaksanakan kegiatan pengecekan langsung penerimaan getah pinus di wilayah kerja Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Paninggaran, Senin, (06/04/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Paninggaran, Firmansyah, yang mewakili Administratur, KPH Pekalongan Timur. Dalam pelaksanaannya, ia turun langsung ke lapangan guna memantau proses penerimaan getah pinus mulai dari penimbangan, pencatatan administrasi, hingga mekanisme pembayaran uang kerja kepada para penyadap.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus upaya memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh Perhutani. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu, khususnya komoditas getah pinus yang menjadi salah satu andalan di wilayah tersebut.

Di sela-sela kegiatan, Firmansyah, menyempatkan diri berdialog langsung dengan para penyadap. Salah satu penyadap yang ditemui adalah Mbah Kartono, sosok penyadap senior, yang telah lama mengabdikan diri dalam kegiatan penyadapan getah pinus di wilayah Paninggaran.

Dalam dialog tersebut, Firmansyah, menanyakan secara langsung terkait proses penerimaan getah, kendala di lapangan, hingga kepastian penerimaan uang kerja.

Ia, menegaskan bahwa Perhutani berkomitmen untuk memastikan setiap tetes getah yang disadap oleh para pekerja dihargai secara layak melalui pembayaran yang tepat waktu dan sesuai ketentuan.

“Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan bahwa proses penerimaan getah berjalan dengan baik, transparan, dan tidak ada kendala. Yang terpenting, kami ingin memastikan bahwa uang kerja para penyadap benar-benar diterima dengan tepat waktu dan sesuai haknya,” ungkap Firmansyah.

Ia, juga menambahkan bahwa keberhasilan produksi getah pinus tidak lepas dari peran penting para penyadap sebagai ujung tombak di lapangan. Oleh karena itu, kesejahteraan dan kepastian hak mereka menjadi prioritas utama yang harus dijaga.

Sementara itu, Mbah Kartono, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh pihak Perhutani, khususnya dengan adanya kunjungan langsung dari Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Paninggaran. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan rasa aman, kejelasan, serta meningkatkan kepercayaan para penyadap terhadap sistem yang berjalan.

“Kami merasa senang dan diperhatikan. Dengan adanya pengecekan langsung seperti ini, kami jadi lebih yakin bahwa hasil kerja kami benar-benar dihitung dengan baik dan hak kami diperhatikan,” ujar Mbah Kartono.

Kegiatan pengecekan ini juga menjadi sarana evaluasi bagi petugas di lapangan agar senantiasa menjalankan tugas secara profesional, mulai dari proses pengumpulan, penimbangan, hingga pencatatan hasil getah. Dengan demikian, potensi kesalahan administrasi dapat diminimalisasi dan kepercayaan para mitra kerja tetap terjaga.

Perhutani, KPH Pekalongan Timur, terus berkomitmen menjaga hubungan harmonis dengan para penyadap melalui pendekatan yang humanis, transparan, dan berkelanjutan. Sinergi yang baik antara petugas dan penyadap diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil getah pinus ke depannya.

Melalui kegiatan ini, Perhutani, juga menegaskan perannya tidak hanya sebagai pengelola hutan, tetapi juga sebagai mitra yang hadir dan peduli terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, khususnya para penyadap yang menggantungkan hidupnya dari hasil hutan bukan kayu.

Dengan adanya pengawasan langsung dan komunikasi yang intensif di lapangan, diharapkan seluruh proses produksi getah pinus di wilayah RPH Paninggaran, dapat berjalan lebih optimal, tertib, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi semua pihak. (Kom-PHT/Pkt/Ran)

Editor: Tri

Copyright © 2026