BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (07/04/2026) | Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat kompak bersama dengan Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banyuwangi Sektor Songgon dan Pecalang Desa Bayu melakukan kegiatan patroli untuk mengantisipasi keamanan pada saat liburan panjang selama 3 hari yaitu libur peringatan Jum’at Agung (Wafatnya Yesus Kristus) dan Paskah (Kebangkitan Yesus Kristus mulai hari Jum’at tanggal 3 April sampai dengan hari Minggu tanggal 5 April 2026 di Wana Wisata Rowo Bayu Petak 8g RPH Bayu BKPH Rogojampi, pada Minggu (05/04/2026).

Ketua PHDI Songgon selaku kordinator Pecalang Bayu, Atim menjelaskan bahwa Pecalang adalah satuan tugas keamanan tradisional umat Hindu yang bertugas menjaga ketertiban, keamanan, dan kelancaran kegiatan adat maupun keagamaan. Sering dijuluki sebagai “polisi adat”, mereka bekerja sama dengan kepolisian saat upacara, hari raya (seperti Nyepi), serta acara pariwisata, dengan ciri khas pakaian adat berupa sarung kotak-kotak dan memakai udeng.

“Keterlibatan kami dalam rangka pengamanan wisata Rowo Bayu karena disini terdapat bagian dari kompleks wisata religi umat Hindu dan sejarah, Lokasi ini dikenal sebagai tempat petilasan (pertapaan) Prabu Tawang Alun, raja Kerajaan Macan Putih. Selain pura, kawasan yang berada di lereng Gunung Raung ini juga terdapat tiga sendang (mata air) keramat,” terang Atim.

Mewakili Administratur KPH Banyuwangi Barat, Asper Rogojampi, Adi Raharjo mengatakan bahwa Patroli Antisipasi Keamanan Wisata dalam Liburan Panjang adalah tindakan preventif Polhut Perhutani melibatkan Kepolisian Sektor (Polsek) Songgon dan petugas keamanan pecalang Pura Bayu yang menyisir objek wisata, area parkir dan jalan akses menuju areal wisata.

“Tujuan utamanya untuk mencegah tindak kejahatan (seperti pencopetan), mengatur arus lalu lintas, serta menjamin kenyamanan pengunjung selama lonjakan libur panjang yang dilakukan dengan kegiatan ini bersifat humanis dan proaktif,” tutur Adi Raharjo.

“Ini merupakan sinergitas antara Perhutani BKPH Rogojampi dengan Polsek Songgon dengan melibatkan masyarakat disekitar hutan yaitu pecalang Pura di Bayu yang selama ini terjalin dengan baik,” pungkasnya.

Aiptu Anton selaku Bhabinkamtibmas Desa Bayu, mewakili Kapolsek Songgon menjelaskan bahwa poin-poin utama mengenai patroli ini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti tindak kriminalitas, kemacetan, dan kecelakaan, serta meningkatkan rasa aman wisatawan.

“Sasarannya adalah area parkir, destinasi wisata, akses jalan menuju wisatadan titik rawan kemacetan dengan melakukan Pengawasan yaitu menyisir area wisata untuk mencegah kejahatan serta melakukan himbauan dengan mengingatkan pengunjung untuk menjaga barang bawaan dan mematuhi aturan,” ujar Aiptu Anton.

“Pelaksanaannya dilakukan secara intensif selama periode libur panjang, terutama saat terjadi lonjakan pengunjung wisata dengan melakukan pendekatan mengedepankan sikap humanis untuk membangun interaksi positif dan meningkatkan kepercayaan publik,” terangnya.

“Patroli ini penting untuk memastikan situasi kondusif di tempat wisata, terutama karena tingginya mobilitas masyarakat pada waktu libur panjang dan kami siap bersama dengan Perhutani untuk bersama mengamankan areal wisata dengan melibatkan masyarakat,” ungkapnya. (KOM-PHT/BWB/eko).