RANDUBLATUNG, PERHUTANI (07/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, KPH Blora, KPH Cepu, KPH Kebonharjo, dan KPH Mantingan, menghadiri undangan Lembaga Pendamping Perhutanan Sosial, Perkumpulan Rejo Semut Ireng, dalam kegiatan halalbihalal, dan sarasehan bersama, yang digelar di Pendopo Kabupaten Blora, Senin, (06/04).

Kegiatan yang mengusung tema “Petani Hutan Bangkit, Sejahtera dan Berdaulat, Hutan Lestari, Petani Berdikari, Ketahanan Pangan Nasional Terwujud” dan dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan instansi terkait, antara lain Bupati Blora, Arief Rohman, Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Yogyakarta, Kapolres Blora, perwakilan Kodim Blora, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah I Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian, serta jajaran Administratur, KPH di wilayah Blora Raya. Turut hadir pula perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) Rejo Semut Ireng, se-Kabupaten Blora, dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah, mengajak semua pihak, termasuk Perum Perhutani, sebagai pengelola hutan di Jawa, Perkumpulan Rejo Semut Ireng, instansi terkait, dan KTH, untuk bersinergi dalam meningkatkan produktivitas jagung demi kesejahteraan bersama.

“Blora, merupakan penghasil jagung terbesar kedua di Jawa Tengah, dengan luasan lahan hampir mencapai 83.000 hektare. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor sangat penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani hutan,” tegasnya.

Ia, juga menambahkan bahwa Kabupaten Blora, memiliki potensi besar di sektor kehutanan, di mana hampir separuh wilayahnya merupakan kawasan hutan yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Administratur, KPH Blora, Yeni Ernaningsih, menyampaikan bahwa Perum Perhutani, terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak sesuai dengan kondisi dan rencana pengelolaan hutan yang ada, guna mewujudkan ketahanan pangan dan energi serta tercapainya hutan lestari dan masyarakat sejahtera.

“Bagaimana agar hutan di wilayah Kabupaten Blora, yang luasnya sekitar 47 persen, dari total wilayah dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek kelestarian. Mari kita manfaatkan secara optimal sesuai fungsi hutan,” terang Yeni.

Ia, juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan penanaman, tanaman muda dapat dilakukan dengan sistem tumpangsari. Sementara pada kawasan hutan yang telah tertutup tajuk, dapat dimanfaatkan melalui program Pemanfaatan Lahan di Bawah Tegakan (PLDT), dengan tanaman yang mampu tumbuh di bawah naungan, seperti empon-empon.

Namun demikian, seluruh kegiatan tetap harus mengacu pada aturan yang berlaku. Apabila terdapat aset Perum Perhutani yang berada dalam lokasi yang masuk dalam Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial, maka perlu dijaga bersama sambil menunggu pelaksanaan rencana tebangan sesuai Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan (RPKH).

Menutup sambutannya, Yeni Ernaningsih, juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, kepada seluruh hadirin.

“Semoga momentum ini semakin memperkuat kebersamaan dan komitmen kita dalam menjaga kelestarian hutan demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Secara terpisah, Administratur, KPH Randublatung, Herry Merkussiyanto Putro, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini, menjadi titik awal yang baik dalam membangun kehutanan di Pulau Jawa, khususnya di Kabupaten Blora.

“Kami berharap ke depan sinergi semakin kuat, sehingga komunikasi dan koordinasi dapat berjalan lebih harmonis dan humanis dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujarnya.

Ia, juga menyampaikan, baik secara pribadi maupun kedinasan, ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh pihak apabila selama berinteraksi terdapat kesalahan. (Kom-PHT/Rdb/Jun).

Editor: Tri

Copyright © 2026