PERHUTANI,JATIROGO (8-04-2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngulahan terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian hutan. Kali ini, Perhutani menjalin kolaborasi dan koordinasi bersama Koramil 0811/13 Tambakboyo sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi Gangguan Keamanan Hutan (Gukamhut), khususnya pencurian kayu, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di musim kemarau, kegiatan ini dilaksanakan di Markas Komando Militer (Mako) Koramil Tambakboyo Kabupaten Tuban, Pada Selasa (7/4)

Kegiatan koordinasi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kawasan hutan agar tetap aman dan lestari. Selain fokus pada upaya pencegahan pencurian kayu, sinergi ini juga diarahkan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rawan terjadi saat musim kemarau, serta menekan aktivitas perambahan hutan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Administratur Perhutani KPH Jatirogo melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Ngulahan, Supangat dalam keterangannya menyampaikan bahwa kerja sama dengan TNI, khususnya Koramil Tambakboyo, merupakan langkah penting dalam memperkuat pengamanan hutan. “Kami menyadari bahwa tantangan pengelolaan hutan semakin kompleks, terutama saat musim kemarau. Oleh karena itu, kolaborasi dengan aparat kewilayahan seperti Koramil sangat diperlukan guna meningkatkan efektivitas pengawasan serta penanganan potensi gangguan keamanan hutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Perhutani KPH Jatirogo berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian hutan melalui pendekatan kolaboratif, termasuk melibatkan masyarakat sekitar hutan dalam upaya pencegahan kebakaran dan perambahan hutan.

Sementara itu, Danramil 0811/13 Tambakboyo, Kapten Arm. Teguh Hariwibowo menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya Perhutani dalam menjaga keamanan hutan. “Kami siap bersinergi dan mendukung langkah-langkah preventif yang dilakukan Perhutani, baik dalam patroli bersama, sosialisasi kepada masyarakat, maupun penanganan cepat apabila terjadi gangguan keamanan hutan atau bencana seperti kebakaran hutan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif semua pihak, termasuk masyarakat, menjadi kunci utama dalam menjaga hutan dari berbagai ancaman. Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan potensi gangguan keamanan hutan dapat diminimalisir dan kelestarian hutan tetap terjaga.

Melalui kolaborasi ini, Perhutani KPH Jatirogo dan Koramil Tambakboyo berharap dapat menciptakan kondisi hutan yang aman, kondusif, serta mampu memberikan manfaat ekologis dan ekonomis secara berkelanjutan bagi masyarakat. (Kom/PHT/Jtr-Eva)