Patroli bersama ini, menjadi wujud nyata kolaborasi antara pengelola hutan dan masyarakat sekitar. Area yang dipatroli, Petak 90, memiliki nilai strategis ekosistem tinggi sehingga rawan terhadap pencurian kayu maupun kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kegiatan dihadiri oleh Administratur/KKPH Banyumas Barat, Yohanes Eka Cahyadi, yang diwakili Kepala BKPH Kawunganten, Totok Sugiarto, Kepala RPH Kubangkangkung, Jasum, serta Komandan Regu Polisi Mobil (Danru Polmob), Sahidin Prayitno. Dari pihak masyarakat, hadir Ketua LMDH Ngudi Makmur, Sumaryo, beserta anggota LMDH.
Kepala BKPH Kawunganten, Totok Sugiarto, menegaskan pentingnya sinergi antara Perhutani, dan masyarakat, dalam menjaga hutan.
“Patroli ini, bukan sekadar rutinitas, melainkan pesan kuat bahwa sinergi tetap solid. Kami ingin memastikan Petak 90, terjaga dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” ujar Totok.
Selama patroli, tim gabungan menyisir titik-titik rawan dan melakukan komunikasi sosial dengan warga sekitar, sekaligus mensosialisasikan larangan merusak hutan dan pentingnya menjaga ekosistem. Danru Polmob, Sahidin Prayitno, menekankan bahwa pendekatan persuasif kepada masyarakat lebih efektif untuk menciptakan keamanan hutan yang kondusif.
Ketua LMDH Ngudi Makmur, Sumaryo, menyatakan komitmen penuh pihaknya dalam mendukung pengamanan Perhutani.
“Jika hutan rusak, kami juga yang merugi. LMDH Ngudi Makmur, siap menjadi garda terdepan bersama petugas Perhutani, untuk menjaga RPH Kubangkangkung, agar tetap hijau dan aman,” tegasnya.
Patroli ditutup dengan evaluasi lapangan yang menunjukkan kondisi kawasan aman dan terkendali. Diharapkan, kegiatan serupa dilakukan secara rutin untuk menciptakan efek jera bagi pelaku perusakan hutan sekaligus mempererat hubungan antara petugas Perhutani dan masyarakat desa hutan. (Kom-PHT/Byb/Twn).