Koordinasi ini, menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan teknis dan non-teknis menjelang kegiatan penanaman. Hadir dalam pertemuan tersebut Administratur, KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, Kepala BKPH Paguyangan, serta Koordinator perwakilan Relawan Bumiayu. Diskusi difokuskan pada penentuan lokasi tanam, jenis bibit, dan peran masyarakat sekitar.
Maria Endah Ambarwati, menekankan pentingnya kolaborasi dengan komunitas lokal.
“Kami sangat mengapresiasi semangat para relawan dalam menjaga kelestarian hutan. Sinergi ini, diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan,” ujarnya.
Perwakilan Relawan Bumiayu, Andriyanto, menyatakan kesiapan mereka untuk berpartisipasi aktif dan berharap kegiatan penanaman dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam.
Lokasi penanaman ditetapkan di Petak 15N, RPH Igirklanceng, (hulu Kali Keruh), area yang memiliki potensi ekologis tinggi dan membutuhkan rehabilitasi untuk menjaga keseimbangan lingkungan serta mencegah degradasi lahan.
Rencananya, kegiatan penanaman akan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, relawan, dan stakeholder terkait lainnya. Melalui komunikasi yang solid dan kerja sama lintas sektor, Perhutani, KPH Pekalongan Barat, optimistis kegiatan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, sekaligus mendukung upaya pelestarian hutan yang berkelanjutan. (Kom-PHT/Pkb/Sgy)