BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (08/04/2026)| Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat, menunjukkan komitmen dalam mendukung pendidikan dan pelestarian ekosistem pesisir dengan melakukan pendampingan intensif kepada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, pada Rabu, (08/04). Program ini, ditujukan bagi mahasiswa Program Studi Perikanan dan Kelautan, yang tengah melaksanakan praktik lapangan di wilayah kerja Perhutani.
Kegiatan yang bersifat edukatif ini, dihadiri oleh jajaran pimpinan KPH Banyumas Barat. Mewakili Administratur/KKPH Banyumas Barat, Kepala BKPH Rawa Timur, Kusnadi, didampingi Kepala RPH Tritih, Warman; Kepala RPH Cilacap, Jamaniyanto; serta Kepala Urusan Teknik, Sri Suwarsiyah.
Mahasiswa Unsoed peserta praktik, Dwi Lestari, dan Wulandari, mendapatkan bimbingan langsung terkait pengelolaan kawasan hutan mangrove dan integrasinya dengan sektor perikanan. Kusnadi, menyampaikan bahwa Perhutani, terbuka bagi dunia akademisi untuk riset maupun praktik lapangan.
“Kawasan hutan mangrove di bawah naungan KPH Banyumas Barat. memiliki karakteristik unik yang relevan dengan disiplin ilmu perikanan dan kelautan. Melalui pendampingan ini, mahasiswa dapat menyelaraskan teori dengan praktik pengelolaan hutan di lapangan,” ujar Kusnadi.
Selama kegiatan, mahasiswa meninjau kondisi ekosistem mangrove di RPH Tritih, dan RPH Cilacap. Petugas Perhutani, menjelaskan teknik rehabilitasi mangrove, perlindungan pesisir dari abrasi, serta fungsi ekosistem sebagai tempat berkembang biak berbagai komoditas perikanan bernilai ekonomis, seperti kepiting bakau, udang, dan ikan.
Sri Suwarsiyah, menambahkan pentingnya memahami pengelolaan lahan dan pemetaan kawasan hutan yang tetap menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program Perhutanan Sosial.
Dwi Lestari, dan Wulandari, mengaku terbantu dengan pendampingan tersebut.
“Kami mendapatkan wawasan baru tentang cara menjaga keseimbangan antara pemanfaatan hasil laut dan pelestarian hutan mangrove. Penjelasan dari Bapak Kusnadi, Pak Warman, dan Pak Jamaniyanto, sangat teknis dan mudah dipahami,” ungkap Wulandari.
Kegiatan ini, diharapkan menghasilkan calon sarjana perikanan dan kelautan yang memahami integrasi antara kehutanan dan perikanan (Silvofishery) demi masa depan kelautan Indonesia. Perhutani, KPH Banyumas Barat, memastikan akan terus mendukung program serupa sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), terhadap generasi muda. (Kom-PHT/Byb/Twn).
Editor: Tri
Copyright © 2026