MADIUN, PERHUTANI (09/04/2026) | Sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau yang digelar di Surabaya, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun melaksanakan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Selasa (8/4).
Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mengantisipasi potensi bencana, khususnya pada musim kemarau yang berisiko menimbulkan kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, serta krisis air bersih. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Administratur/KKPH Lawu Ds Adi Nugroho.
Administratur/KKPH Madiun, Rusydi, menyampaikan bahwa koordinasi ini penting untuk memastikan kesiapsiagaan di tingkat tapak dapat berjalan optimal.
“Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan langkah-langkah mitigasi dapat dilakukan secara terintegrasi, khususnya dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah kerja kami,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, menyambut baik langkah Perhutani dalam memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Kami mengapresiasi inisiatif Perhutani dalam membangun sinergi. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kolaborasi semua pihak agar upaya mitigasi dan penanganan dapat berjalan efektif,” Pungkasnya. (Kom-PHT/Mdn/Adl)