PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (10/04/2026) | Dalam rangka meningkatkan akurasi data serta memperkuat pengawasan terhadap hasil produksi, Perhutani KPH Pekalongan Timur melaksanakan kegiatan opname getah pinus di wilayah BKPH Kesesi pada Kamis (09/04/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga tertib administrasi dan memastikan kesesuaian antara laporan produksi dengan kondisi riil di lapangan.
Opname getah pinus menjadi salah satu kegiatan penting dalam sistem pengendalian internal, khususnya dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu. Melalui kegiatan ini, dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap hasil produksi, mulai dari volume getah yang dihasilkan, kualitas getah, hingga kelengkapan administrasi yang menyertainya.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Sub Seksi Sarana Prasarana dan Teknologi Informasi Suwandi yang bertindak sebagai ketua tim sekaligus mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi oleh petugas lapangan Noufal yang turut memberikan informasi teknis serta gambaran kondisi produksi getah pinus di wilayah BKPH Kesesi.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Kepala Sub Seksi Sarana Prasarana dan Teknologi Informasi Suwandi menyampaikan bahwa kegiatan opname merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemeriksaan, tetapi juga sebagai media evaluasi dan pembinaan bagi petugas di lapangan. Ia menegaskan pentingnya ketelitian dan kedisiplinan dalam setiap proses pencatatan hasil produksi.
“Melalui kegiatan opname ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh hasil produksi getah pinus telah tercatat dengan baik, akurat, dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan hasil hutan,” ujar Kepala Sub Seksi Sarana Prasarana dan Teknologi Informasi Suwandi.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, sehingga dapat segera dicarikan solusi guna meningkatkan kinerja produksi ke depan.
Sementara itu, petugas lapangan Noufal menjelaskan bahwa selama kegiatan berlangsung, tim melakukan pengecekan secara detail terhadap hasil sadapan getah pinus, termasuk kondisi tempat penampungan, kualitas getah, serta kesesuaian pencatatan administrasi dengan kondisi fisik yang ada. Ia juga menyampaikan bahwa secara umum kegiatan produksi di wilayah BKPH Kesesi berjalan dengan baik, meskipun masih diperlukan peningkatan dalam beberapa aspek teknis dan administrasi.
“Kegiatan opname ini sangat membantu kami dalam melakukan evaluasi secara langsung. Dengan adanya pengecekan ini, kami dapat mengetahui kekurangan yang ada dan segera melakukan perbaikan agar ke depan hasil produksi dapat lebih optimal,” jelas petugas lapangan Noufal.
Selain aspek administrasi dan produksi, kegiatan opname juga menjadi sarana untuk memastikan bahwa praktik penyadapan getah pinus dilakukan sesuai dengan kaidah teknis yang benar dan tidak merusak kelestarian tegakan. Hal ini penting sebagai bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas dan keberlanjutan sumber daya hutan.
Perhutani KPH Pekalongan Timur terus berupaya menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap kegiatan operasional, termasuk dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara rutin, diharapkan seluruh proses produksi dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Kesesi Suyanto menyampaikan harapannya agar kegiatan opname getah pinus ini dapat terus dilakukan secara rutin dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar hutan. Ia menilai keterbukaan dan ketertiban dalam pengelolaan hasil hutan akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Perhutani.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan dan melibatkan masyarakat, sehingga pengelolaan hutan tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan secara berkelanjutan,” ujar Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Kesesi Suyanto.
Dengan dilaksanakannya kegiatan opname getah pinus di BKPH Kesesi ini, diharapkan kualitas pengelolaan produksi semakin meningkat, tertib administrasi tetap terjaga, serta mampu mendukung pencapaian target perusahaan dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan. (Kom-PHT/Pkt/Ran)
Editor: Tri
Copyright © 2026