PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (13/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur, menghadiri rapat rutin yang membahas rencana dan peran Batalyon Teritorial, di Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini, diselenggarakan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0710 Pekalongan, sebagai bagian dari upaya strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor serta mendukung pembinaan dan penguatan wilayah teritorial.
Rapat dipimpin oleh Komandan Kodim 0710 Pekalongan, Letnan Kolonel. Infanteri Ihalauw Garry Herlambang, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait lainnya. Dari jajaran Perhutani, hadir Wakil Administratur, KPH Pekalongan Timur, Toto Suwaranto, yang mewakili Administratur dalam forum koordinasi tersebut.
Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0710 Pekalongan, menekankan bahwa pembentukan Batalyon Teritorial, merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah berbasis kewilayahan. Selain memiliki fungsi pertahanan batalyon teritorial, juga diharapkan mampu berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, penanggulangan bencana, serta membantu pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Lebih lanjut disampaikan bahwa keberadaan batalyon teritorial membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk Perhutani, sebagai pengelola kawasan hutan yang memiliki wilayah kerja cukup luas dan strategis. Kawasan hutan tidak hanya memiliki nilai ekologis dan ekonomis, tetapi juga memiliki peran penting dalam aspek keamanan dan ketahanan wilayah.
Dalam forum tersebut, dibahas secara komprehensif terkait rencana pembentukan, struktur organisasi, fungsi, serta pola koordinasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), dengan instansi terkait. Selain itu, turut dibahas peran masing-masing pihak dalam mendukung operasional dan keberlanjutan program batalyon teritorial, termasuk dalam hal pemanfaatan wilayah, pengamanan kawasan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar.
Wakil Administratur, KPH Pekalongan Timur, Toto Suwaranto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Perhutani, siap bersinergi dan mendukung penuh program yang digagas oleh TNI, khususnya dalam menjaga stabilitas wilayah hutan dan sekitarnya.
Ia, menegaskan bahwa pengelolaan hutan yang lestari tidak terlepas dari kondisi keamanan yang kondusif.
“Perhutani, memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung stabilitas wilayah. Oleh karena itu, kami siap berkolaborasi dengan TNI, dan instansi lainnya dalam mendukung keberadaan Batalyon Teritorial, terutama dalam aspek pengamanan kawasan hutan dan pemberdayaan masyarakat desa hutan,” ungkapnya.
Ia, juga menambahkan bahwa sinergi yang telah terjalin selama ini antara Perhutani, dan TNI, khususnya dalam kegiatan patroli bersama, penanganan gangguan keamanan hutan, serta penanggulangan bencana, menjadi modal penting dalam mendukung implementasi program ke depan.
Kegiatan rapat berlangsung dinamis dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta. Berbagai masukan konstruktif disampaikan guna menyempurnakan rencana pembentukan batalyon teritorial agar dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta wilayah Kabupaten Pekalongan.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan dalam mendukung program strategis tersebut. Diharapkan, melalui sinergi yang solid antara TNI, Perhutani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, keberadaan Batalyon Teritorial, dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta ketahanan wilayah secara berkelanjutan.
Keikutsertaan KPH Pekalongan Timur, dalam kegiatan ini, menjadi wujud nyata komitmen Perhutani, dalam mendukung program pemerintah serta menjaga kelestarian hutan sebagai bagian integral dari sistem pertahanan dan kesejahteraan masyarakat. (Kom-PHT/Pkt/Ran)
Editor: Tri
Copyright © 2026