Kegiatan tersebut menjadi sarana koordinasi antara Perhutani, KPH Kedu Utara, dan masyarakat desa hutan, dalam membangun kesamaan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan. Selain membahas aspek keamanan, pertemuan tersebut juga difokuskan pada penggalian berbagai potensi kawasan yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan fungsi utama hutan.
Dalam pertemuan tersebut, Perhutani, mengajak anggota LMDH, untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap keamanan kawasan dari berbagai potensi gangguan, seperti pencurian kayu, perambahan lahan, maupun aktivitas lain yang dapat merusak kelestarian hutan. Perhutani menilai bahwa peran aktif masyarakat sekitar sangat penting karena mereka merupakan mitra terdekat yang mengetahui kondisi lapangan setiap hari.
Administratur, KPH Kedu Utara, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, Riry Osmaroza, menyampaikan bahwa komunikasi yang intensif dengan LMDH, merupakan bagian penting dalam membangun pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
“Keamanan kawasan hutan tidak dapat dijaga sendiri oleh Perhutani. Diperlukan dukungan dari masyarakat desa hutan melalui LMDH, agar pengawasan berjalan lebih efektif. Selain itu, Perhutani, juga ingin bersama-sama menggali potensi kawasan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengganggu kelestarian hutan,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan hutan di wilayah RPH Kemloko, memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari agroforestry, tanaman kopi, tanaman empon-empon, hingga potensi wisata alam berbasis masyarakat. Potensi tersebut perlu diidentifikasi dan dikelola secara bersama agar memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa sekitar hutan.
Riry, menambahkan bahwa Perhutani, membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat melalui skema pengelolaan yang sesuai dengan aturan. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi mitra dalam menjaga keamanan kawasan, tetapi juga dapat merasakan manfaat nyata dari keberadaan hutan.
Perwakilan LMDH Walitis Sumbing Makmur, Budi, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan komunikasi sosial yang dilakukan Perhutani, karena memberikan ruang dialog terbuka antara masyarakat dan pengelola hutan.
“Kami merasa senang karena Perhutani, mengajak masyarakat berdiskusi langsung mengenai keamanan hutan dan peluang pengembangan potensi yang ada. Dengan adanya komunikasi seperti ini, masyarakat menjadi lebih memahami bahwa hutan bukan hanya harus dijaga, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi jika dikelola bersama secara benar,” ungkapnya.
Ia, menjelaskan bahwa masyarakat Desa Jetis, selama ini memiliki kepedulian terhadap kawasan hutan karena keberadaannya sangat berpengaruh terhadap sumber air dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pihak LMDH, siap mendukung upaya Perhutani, dalam menjaga kawasan sekaligus mengembangkan potensi yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok.
Melalui kegiatan komunikasi sosial tersebut, Perhutani, berharap sinergi dengan LMDH Walitis Sumbing Makmur, dapat terus terjalin dengan baik. Dengan komunikasi yang berkesinambungan, keamanan kawasan hutan di wilayah RPH Kemloko, diharapkan semakin terjaga, sementara potensi yang ada dapat dikembangkan secara optimal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat desa hutan secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)