Kegiatan ini, dihadiri oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Beran, Muslim, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Menden, Parsito, Mandor Persemaian, Nanang, Pamong Saka, Kak Alex NH, serta anggota Saka Wanabakti.
Administratur, KPH Randublatung, Herry Merkusiayanto Putro, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Beran, Muslim, menyampaikan bahwa kegiatan ini, bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam pembibitan tanaman kehutanan.
Ia, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.
“Kegiatan persemaian bukan sekadar praktik menanam benih, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan alam. Oleh karena itu, adik-adik harus memahami proses persemaian dengan baik dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Dari benih kecil yang ditanam hari ini, akan tumbuh pohon-pohon yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan di masa mendatang,” ujarnya.
Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Menden, Parsito, menyampaikan materi mulai dari pemilihan benih unggul, teknik penyemaian, hingga persiapan media tanam yang terdiri dari top soil, pasir besi, dan pupuk kandang dengan komposisi 1:2:3.
Ia, menjelaskan bahwa top soil, merupakan lapisan tanah bagian atas yang berasal dari serasah organik sehingga telah mengandung unsur kompos. Sementara itu, pasir yang digunakan dapat berupa pasir besi atau pasir sungai, serta pupuk kandang yang digunakan berasal dari kotoran hewan yang telah matang, berwarna hitam kecokelatan, tidak basah, dan bertekstur lembut.
Parsito, juga menjelaskan proses pengisian polybag, dan penataan media di bedeng induksi. Dalam satu bedeng di persemaian Kapuan, diisi sekitar 1.000 kantong media. Selanjutnya dilakukan seleksi pucuk di kebun pangkas dengan memilih kantong plastik berwarna bening untuk memudahkan pengamatan perakaran.
Ia, menambahkan bahwa pemilihan pucuk harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya pertumbuhan tegak ke atas, memiliki tiga pasang daun, serta dipotong pada pangkal daun ketiga sepanjang 5 hingga 7 sentimeter.
Mandor Persemaian, Nanang, menambahkan bahwa seluruh daun dipangkas dan disisakan sepertiga bagian untuk mendukung pertumbuhan. Pada bagian pangkal pucuk dilakukan pemotongan ulang secara simetris menggunakan pisau cutter, untuk merangsang pertumbuhan akar. Pucuk kemudian direndam selama 10 menit, sebelum ditanam pada media.
Ia, juga menjelaskan bahwa sebelum penanaman, media harus disiram hingga jenuh untuk memudahkan proses tanam serta menghindari kerusakan pada pucuk. Setelah ditanam, dilakukan penyiraman rutin selama kurang lebih 1,5 bulan hingga akar tumbuh, kemudian dilakukan seleksi akar dan pemindahan ke bedeng lanjutan sebelum ke area terbuka.
Sementara itu, Ketua Dewan Saka Putra, Kak Guntur, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Perhutani, KPH Randublatung, yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan praktik persemaian.
Ia, menyebut kegiatan ini, memberikan pengalaman berharga bagi anggota Saka Wanabakti.
“Melalui praktik ini, kami dapat belajar bagaimana merawat, menjaga, dan memastikan setiap bibit memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Kegiatan ini, menambah pengetahuan, pengalaman, serta kebanggaan kami sebagai anggota Saka Wanabakti. Tetap semangat, jaga kekompakan, dan jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga yang membentuk karakter sebagai generasi pelindung hutan dan lingkungan,” ungkapnya. (Kom-PHT/Rdb/Jun).