BALAPULANG, PERHUTANI (22/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang, melaksanakan kegiatan penilaian tanaman tahun kedua 2025, di petak 38 F, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ciawitali, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Linggapada, pada Selasa, (21/04). Kegiatan ini, merupakan bagian dari upaya pengawasan dan evaluasi keberhasilan tanaman hutan agar pertumbuhan tanaman dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Kegiatan penilaian tersebut dilakukan oleh tim dari KPH Balapulang, yang terdiri atas Kepala Sub Seksi Kemitraan, Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria, dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP), serta staf tanaman. Penilaian ini, bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman, kondisi lapangan, serta memastikan proses pemeliharaan tanaman berjalan secara optimal.

Dari jajaran BKPH Linggapada, kegiatan ini dikawal langsung oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Linggapada, Suwondo, yang didampingi Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ciawitali, mandor tanam, serta dihadiri oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Bhakti Sejahtera, Desa Ciawitali, yang selama ini turut berperan aktif dalam mendukung keberhasilan tanaman di kawasan hutan pangkuan desa.

Dalam pelaksanaannya, penilaian tanaman dilakukan menggunakan metode geotagging, yaitu pencatatan titik koordinat lokasi tanaman secara digital untuk memastikan keakuratan data di lapangan. Melalui sistem ini, setiap hasil penilaian dapat terdokumentasi secara lebih tepat, transparan, dan mudah dipantau sebagai bahan evaluasi berkelanjutan.

Administratur, KPH Balapulang, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Linggapada, Suwondo, menyampaikan bahwa kegiatan penilaian tanaman ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan program rehabilitasi dan pengelolaan hutan lestari.

“Penilaian tanaman dengan sistem geotagging ini, diharapkan dapat meningkatkan akurasi data lapangan sekaligus menjadi langkah modernisasi dalam pengelolaan tanaman hutan agar lebih efektif dan akuntabel,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LMDH Wana Bhakti Sejahtera, Desa Ciawitali, Sodikin, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia, menilai bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan bersama Perhutani, dapat memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Dengan adanya sinergi antara Perhutani, dan LMDH, diharapkan keberhasilan tanaman tahun 2025 di wilayah BKPH Linggapada, dapat terus meningkat sehingga memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Bpl/Mmy)

Editor: Tri

Copyright © 2026