KEDU UTARA, PERHUTANI (22/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial bersama pengelola Basecamp Skydoors, jalur pendakian Gunung Kembang via Blembem. Kegiatan ini, dilaksanakan di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, BKPH Wonosobo, pada Senin, (20/04) sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan pendaki sekaligus memastikan kelestarian kawasan hutan tetap terjaga.

Basecamp Skydoors, menjadi salah satu titik awal pendakian yang cukup dikenal oleh para pendaki yang ingin menikmati keindahan Gunung Kembang dari jalur Blembem. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, Perhutani, memandang penting adanya koordinasi intensif dengan pengelola basecamp dan masyarakat sekitar agar aktivitas pendakian tetap berjalan aman, tertib, dan ramah lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Perhutani, melakukan pengecekan kondisi jalur pendakian, memantau kesiapan sarana pendukung di basecamp, serta memastikan pengelola terus mengingatkan para pendaki terkait perubahan cuaca yang sering terjadi di kawasan pegunungan. Selain itu, Perhutani juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap sampah bawaan pendaki agar tidak mencemari kawasan hutan.

Administratur, KPH Kedu Utara, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa komunikasi sosial dengan pengelola basecamp merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan pengunjung dan kelestarian hutan.

“Perhutani, terus membangun komunikasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan wisata alam di kawasan hutan. Pendakian gunung harus tetap memperhatikan aspek keselamatan, terutama saat cuaca tidak menentu, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan agar kawasan hutan tetap lestari,” ujarnya.

Ia, menambahkan bahwa kawasan hutan tidak hanya berfungsi sebagai penyangga kehidupan, tetapi juga memiliki potensi wisata yang harus dikelola secara bijaksana. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dan pengelola wisata menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola wisata alam yang berkelanjutan.

Selain memantau faktor keselamatan, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap sistem pengelolaan sampah di area basecamp. Para pendaki diimbau untuk membawa kembali sampah masing-masing dan tidak meninggalkan barang apa pun di jalur pendakian. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ekosistem hutan tetap alami dan nyaman bagi pengunjung berikutnya.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bina Kasih, Iwan Pribadi, menyambut baik kegiatan komunikasi sosial yang dilakukan Perhutani.

Ia, menilai bahwa sinergi antara Perhutani, pengelola basecamp, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan wisata pendakian yang aman dan bertanggung jawab.

“Kami mendukung langkah Perhutani, dalam menjaga kawasan hutan di jalur pendakian Gunung Kembang. Dengan komunikasi yang baik, kami dapat bersama-sama mengingatkan pendaki tentang keselamatan dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Melalui kegiatan komunikasi sosial ini, Perhutani, berharap kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya keselamatan pendaki dan kelestarian hutan semakin meningkat. Dengan kerja sama yang berkelanjutan, kawasan hutan di jalur pendakian Gunung Kembang, diharapkan tetap menjadi destinasi wisata alam yang aman, nyaman, dan lestari bagi generasi mendatang. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026