Jembatan gantung tersebut memiliki peran penting sebagai akses utama yang menghubungkan permukiman warga dengan wilayah luar. Selain itu, jembatan ini juga menjadi jalur vital bagi para penyadap dalam mengangkut getah hasil hutan menuju tempat pengumpulan.
Administratur, KPH Banyumas Barat, melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Majenang, Aswin, yang hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Majenang, Adam, dan jajaran personel Perhutani, menyampaikan bahwa perbaikan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kondisi jembatan yang sebelumnya mulai mengalami kerusakan memang perlu segera ditangani. Jembatan ini merupakan jalur ekonomi bagi masyarakat. Selain digunakan untuk mobilitas sehari-hari, jembatan ini juga menjadi akses penting dalam distribusi hasil hutan, khususnya angkutan pikul getah. Dengan kondisi jembatan yang baik, diharapkan produktivitas masyarakat dapat meningkat,” ujar Aswin.
Kepala Desa Bener, Heri Sudiono, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Perhutani, dalam mendukung kebutuhan masyarakat desa.
“Kami mewakili Pemerintah Desa, Bener, mengucapkan terima kasih kepada Administratur, KPH Banyumas Barat, beserta jajaran. Dengan diperbaikinya jembatan ini, masyarakat kini merasa lebih aman saat melintas. Akses pendidikan, perdagangan, serta menuju lahan garapan menjadi lebih lancar,” ungkapnya.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Bener, Ralam, juga menyampaikan rasa terima kasih atas terjalinnya kerja sama yang baik antara Perhutani dan masyarakat.
“Bagi kami, jembatan ini sangat penting. Jika rusak, kami harus menempuh jalur yang jauh. Hari ini kami bersama Perhutani, bergotong royong memperbaiki jembatan, mulai dari mengganti papan yang lapuk hingga memperkuat kawat sling. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil hutan, tetapi juga memperkuat sinergi antara Perhutani, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan fungsi konservasi hutan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini ditutup dengan ramah tamah sederhana antara Perhutani dan masyarakat sebagai bentuk kebersamaan dalam membangun lingkungan yang lebih baik. (Kom-PHT/Byb/Twn).