Kegiatan ini, menjadi momentum penting bagi jajaran Perhutani, untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan, sekaligus mendengarkan aspirasi para penyadap getah pinus yang menjadi ujung tombak produksi hasil hutan bukan kayu. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran manajemen KPH Pekalongan Timur, petugas lapangan, serta para penyadap yang aktif beroperasi di wilayah RPH Wisnu.
Direktur Perhutani, Tio Handoko, dalam kunjungannya melakukan peninjauan langsung ke petak sadap untuk melihat proses penyadapan getah pinus, mulai dari teknik pelukaan pohon, pemasangan wadah penampung, hingga proses pengumpulan hasil sadapan.
Ia, juga memberikan perhatian pada aspek keselamatan kerja serta kondisi tegakan hutan yang harus tetap terjaga kelestariannya.
Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat Direktur Perhutani, berdialog langsung dengan para penyadap. Dalam kesempatan tersebut, para penyadap diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai masukan, mulai dari kendala teknis di lapangan, fluktuasi hasil produksi, hingga harapan terhadap peningkatan kesejahteraan dan fasilitas kerja.
Direktur Perhutani, Tio Handoko, dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak terlepas dari peran penting para penyadap. Oleh karena itu, Perhutani, berkomitmen untuk terus meningkatkan pembinaan, pendampingan, serta memastikan adanya keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian hutan.
“Kami ingin memastikan bahwa kegiatan penyadapan berjalan dengan baik, aman, dan tetap memperhatikan kelestarian hutan. Para penyadap adalah mitra utama kami di lapangan, sehingga kesejahteraan mereka menjadi perhatian penting bagi Perhutani,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong para penyadap untuk terus meningkatkan keterampilan dan disiplin kerja, serta menjaga kualitas hasil getah pinus agar memiliki nilai jual yang lebih baik di pasar. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara petugas Perhutani dan masyarakat sekitar hutan.
Salah satu penyadap, Kasir, turut menyampaikan pengalaman serta pandangannya selama menjalani profesi tersebut.
Ia, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas perhatian langsung dari pimpinan Perhutani.
“Dengan adanya kunjungan ini, kami merasa lebih diperhatikan. Kami berharap ke depan ada peningkatan fasilitas kerja dan dukungan yang lebih baik agar hasil sadapan kami bisa semakin optimal,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi bagi Perhutani, dalam melihat secara langsung implementasi kebijakan di tingkat lapangan. Selain itu, kunjungan tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi tambahan bagi para penyadap untuk terus bekerja secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan.
Plt. Administratur, KPH Pekalongan Timur, Didiet Widhy Hidayat, melalui jajarannya menyampaikan bahwa kunjungan Direktur Perhutani ini, menjadi dorongan semangat bagi seluruh petugas dan penyadap untuk meningkatkan kinerja serta menjaga kualitas produksi getah pinus. Sinergi yang terjalin diharapkan dapat terus diperkuat guna mendukung keberlanjutan pengelolaan hutan di wilayah tersebut.
Melalui kegiatan ini, Perhutani, kembali menegaskan komitmennya dalam mengelola hutan secara lestari dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan. Diharapkan ke depan, hubungan yang harmonis antara Perhutani, dan para penyadap dapat terus terjaga, sehingga mampu mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan bersama di wilayah KPH Pekalongan Timur. (Kom-PHT/Pkt/Ran)