KEDU UTARA, PERHUTANI (24/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, terus mendorong pengembangan potensi wisata alam berbasis kawasan hutan melalui promosi wisata pendakian Puncak Seroja, yang berada di kawasan Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Kamis, (23/04). Pengelolaan destinasi tersebut dilakukan melalui skema kemitraan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan secara berkelanjutan.

Wisata pendakian Puncak Seroja, kini menjadi salah satu destinasi alam yang mulai dikenal para pecinta alam. Berada di kawasan dataran tinggi Dieng, jalur pendakian ini, menawarkan panorama pegunungan, hamparan perbukitan, serta suasana hutan yang masih asri. Keindahan pemandangan matahari terbit dari puncak menjadi daya tarik tersendiri yang membuat jumlah pengunjung terus meningkat, khususnya saat akhir pekan maupun musim libur.

Melihat potensi tersebut, Perhutani, KPH Kedu Utara, bersama masyarakat desa hutan, yang tergabung dalam LMDH, terus melakukan pembinaan agar pengelolaan wisata berjalan lebih baik. Upaya tersebut meliputi penataan jalur pendakian, pengelolaan basecamp, peningkatan pelayanan pengunjung, hingga promosi wisata yang dilakukan secara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar kawasan.

Administratur, KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra menegaskan bahwa pengembangan wisata berbasis kemitraan dengan masyarakat merupakan bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33, di mana sumber daya alam harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Ia, menyampaikan bahwa Perhutani, tidak hanya bertugas menjaga kelestarian hutan, tetapi juga mendorong masyarakat desa hutan untuk mampu menggali potensi wilayah dan berinovasi menciptakan peluang ekonomi baru.

“Perhutani, berkomitmen mendorong masyarakat desa hutan, agar mampu mengembangkan potensi wisata di lingkungannya. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan hutan tidak hanya terjaga kelestariannya, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan wisata pendakian Puncak Seroja, menjadi salah satu contoh bagaimana kawasan hutan dapat dikelola secara produktif tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai penyangga ekosistem. Melalui kemitraan bersama LMDH, masyarakat diberi ruang untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sehingga tumbuh rasa memiliki terhadap kawasan hutan.

Pengelola Basecamp Puncak Seroja via Tieng, Miftah, menyampaikan bahwa dukungan Perhutani, sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan wisata pendakian agar semakin tertata dan diminati wisatawan.

Ia, menjelaskan bahwa sinergi yang terjalin membuat masyarakat lebih memahami pentingnya pelayanan yang baik kepada pengunjung sekaligus menjaga kebersihan lingkungan sepanjang jalur pendakian.

“Dengan pendampingan dari Perhutani, kami bisa belajar mengelola wisata dengan lebih baik. Pengunjung sekarang merasa lebih nyaman karena jalur mulai tertata dan promosi wisata juga semakin luas. Dampaknya, warga sekitar ikut merasakan manfaat ekonominya,” katanya.

Ia, menambahkan bahwa keberadaan wisata pendakian tersebut kini mulai memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar. Sejumlah warga membuka usaha warung makan, menyediakan jasa parkir, penyewaan perlengkapan pendakian, hingga jasa transportasi lokal bagi wisatawan yang datang.

Selain meningkatkan perekonomian, pengelolaan wisata berbasis kemitraan juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Warga yang terlibat dalam pengelolaan menjadi lebih peduli terhadap keamanan kawasan, kebersihan jalur, dan kenyamanan pengunjung.

Perhutani, berharap pengembangan wisata pendakian Puncak Seroja, di kawasan Dieng, dapat menjadi contoh pemanfaatan kawasan hutan yang mampu menggabungkan pelestarian alam dengan pemberdayaan masyarakat. Dengan promosi yang terus dilakukan bersama LMDH, destinasi ini diharapkan semakin dikenal luas dan menjadi sumber kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat desa hutan di sekitar kawasan. (Kom-PHT/Kdu/Nurul)

Editor: Tri

Copyright © 2026