SURAKARTA, PERHUTANI (29/04/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta, melaksanakan kegiatan penanaman bersama pada Selasa, (22/04) di Petak 38-1, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Tlogodringo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara, tepatnya di kawasan Basecamp Mongkrang. Kegiatan ini, melibatkan Perhutani, Rotary Club, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tawangmangu, dengan menanam 300 bibit damar, sebagai bagian dari rehabilitasi hutan dan penguatan fungsi ekologis kawasan lereng Gunung Lawu.

Penanaman tersebut juga menjadi langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hutan sekaligus mendukung upaya konservasi lingkungan.

Administratur, KPH Surakarta, melalui Kepala BKPH Lawu Utara, Rohaniyatun, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara Perhutani, dan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian hutan.

“Penanaman bibit damar ini, diharapkan mampu memperkuat tutupan vegetasi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Sinergi seperti ini sangat penting untuk memastikan hutan tetap lestari,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian bersama terhadap lingkungan.

Ia, menegaskan bahwa kawasan Tawangmangu, sebagai daerah penyangga ekosistem Gunung Lawu, memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan air dan mencegah bencana.

“Kolaborasi antara pemerintah, Perhutani, dan komunitas seperti Rotary Club, menjadi kunci dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah ini,” jelasnya.

Melalui kegiatan penanaman ini, diharapkan kesadaran kolektif untuk menjaga hutan semakin meningkat. Ke depan, sinergi lintas sektor diharapkan terus berlanjut sehingga kawasan hutan di lereng Gunung Lawu, tetap terjaga, memberikan manfaat ekologis, serta mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Ska/Mar)

Editor: Tri

Copyright © 2026